Buku Agama, Filsafat & Budaya Konsep dan Teori Wacana Akademik

Pemikiran Abdullah bin Bayyah tentang Fiqh al-Wāqi‘: Moderasi Islam, Maqāṣid al-Sharī‘ah, dan Kritik atas Takfīr

Artikel ini mengulas secara akademik gagasan Abdullah bin Bayyah dalam Tanbīh al-Marāji‘ tentang fiqh al-wāqi‘ sebagai kerangka metodologis untuk menautkan teks, konteks, dan tujuan syariat. Pembahasan meliputi diagnosis krisis fikih kontemporer, dua level interaksi dengan nash, tiga lingkaran kerja faqīh, peran taḥqīq al-manāṭ serta maqāṣid al-sharī‘ah, hingga studi kasus tafsir QS al-Mā’idah terkait isu takfīr. Uraian menunjukkan bagaimana moderasi Islam dibangun di atas fondasi ushul yang ketat sekaligus peka realitas, relevan bagi deradikalisasi, kebijakan publik, dan respons tantangan global.

Keamanan Regional Security Insight

Moderasi Beragama dan Radikalisme di Era Digital

Radikalisme kini bergerak melalui ruang digital, memanfaatkan algoritma dan jejaring keluarga. Melalui analisis mendalam, artikel ini mengulas evolusi jejaring ekstremis, fenomena homegrown terrorism, perubahan pengetahuan agama, serta strategi moderasi yang dikembangkan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kerukunan. Pembahasan komprehensif ini menegaskan pentingnya literasi digital, peran keluarga, dan kebijakan terintegrasi dalam menanggulangi radikalisme.”

Agama & Moral Publik Insight

Menghidupkan Fiqh: Dari Ilmu ke Kebijakan Publik yang Membumi

Fiqh bukan sekadar kumpulan pasal hukum, melainkan pemahaman mendalam yang membentuk amal dan kebijaksanaan. Artikel ini mengajak kita menghidupkan kembali fiqh sebagai tafaqquh peradaban: ilmu yang bergerak dari makna menuju definisi, lalu melahirkan kebijakan yang membumi. Dengan kerangka maqāṣid, fiqh hadir dalam isu kontemporer—dari pengelolaan sampah, keuangan digital, hingga etika AI di dunia akademik. Fiqh yang hidup menuntun umat untuk menjaga keadilan, keberlanjutan, dan marwah ilmu, sekaligus menghadirkan Islam sebagai kekuatan tajdīd di tengah perubahan global.