Konsep dan Teori Wacana Akademik

Isaiah Berlin, Diderot, dan Rousseau: Akar Romantisisme dari Pencerahan ke Revolusi Emosional

Artikel ini menelusuri pembacaan Isaiah Berlin dalam The Roots of Romanticism terhadap Diderot dan Rousseau. Diderot membuka jalan dengan mengangkat kejeniusan sebagai kekuatan liar yang tak tunduk pada aturan, sementara Rousseau menyalakan api apokaliptik untuk menghancurkan masyarakat modern yang korup. Esai ini menunjukkan bagaimana keduanya menandai transisi radikal dari rasionalisme Pencerahan ke subjektivitas emosional Romantisisme, dengan menekankan keaslian manusia, air mata, ekstasi, dan keberanian individual. Dari titik inilah lahir fondasi Romantisisme yang mengubah wajah pemikiran modern.