Category: Tokoh dan Pemikiran
-

Sofyan A. Djalil: Jejak Intelektual, Kepemimpinan, dan Karier Politik Seorang Teknokrat Aceh
Sofyan A. Djalil adalah sosok teknokrat yang menembus lingkaran kekuasaan Indonesia tanpa sandaran partai politik. Putra Aceh ini telah bertahan di berbagai kabinet presiden sejak era SBY hingga Jokowi. Di balik ketenangannya, ia dikenal sebagai pembaca tekun dan pemikir strategis yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kebijakan. Karier panjangnya sebagai menteri—dari Komunikasi dan Informatika, Perdagangan,…
-

Surya Paloh dan Fenomena ‘Political Dowry’ di Politik Indonesia
Dalam dunia politik Indonesia, Surya Paloh menonjol sebagai figur unik—mendirikan Partai NasDem dengan misi menciptakan politik tanpa mahar. Berangkat dari warisan Golkar dan dikenal sebagai media mogul, Paloh menegaskan etika baru dalam pemilihan politik: tanpa bayar, tanpa kompromi. Sosoknya bukan hanya tokoh partai, melainkan penanda paradigma baru dalam demokrasi—bagaimana kekuasaan bisa dibangun lewat ide, bukan transaksi.…
-

Luhut Binsar Panjaitan: Jejak Panjang Prajurit, Politisi, dan Kingmaker di Balik Kekuasaan Indonesia
Bayang-bayang kekuasaan menyelimuti karier Luhut Binsar Panjaitan—dari teritorial militer hingga pusat pengambilan keputusan nasional. Sosok ini bukan sekadar prajurit dan politisi, melainkan seorang kingmaker yang memainkan strategi di balik layar kekuasaan Indonesia. Melalui kiprah di Istana dan koridor pemerintahan, Luhut merangkai jejak panjang sebagai penggerak politik dan ekonomi. Artikel ini mengupas tuntas lintasan kariernya—yang sarat dengan ketegasan,…
-

PDI-P Pasca-Megawati: Suksesi, Kalkulus dengan Prabowo, dan Arsitektur Kekuasaan 2024–2029
Selama lebih dari dua dekade, PDI-P bertahan sebagai kekuatan dominan berkat warisan ideologis Sukarno, kendali Megawati atas organisasi, dan patronase pemerintahan Jokowi. Namun, Pemilu 2024 mengubah peta: pusat kekuasaan bergeser ke Presiden Prabowo Subianto, dan partai kehilangan posisi utama dalam koalisi. Artikel ini membedah dilema strategis PDI-P melalui empat lensa teoretis: oligarki, kelembagaan partai, patronase…
-

Bridges of Faith: Honoring Pope Francis’s Legacy of Interreligious Dialogue in Asia
I’m honored to have the opportunity to discuss the legacy of Pope Francis in interreligious dialogue. Before I delve into that critical topic, I would like to take a moment to acknowledge that tomorrow, June 6, 2025, Muslims worldwide will celebrate Eid al-Adha. This occasion holds deep significance, as it commemorates the profound sacrifice made…
-

How the Stories of Acehnese Artists Contribute to the Modern Narrative of Malayness: P. Ramlee
Aceh’s contribution to modern Malay identity began when one of the families from Paloh Gadeng, North Aceh (Cunda), migrated to Penang. His name was Teuku Nyak Puteh bin Teuku Karim (1902-1955). This figure was the father of Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh, who later became known as P. Ramlee. Teuku Nyak Puteh arrived in…
-

Prof. Ibrahim Alfian: Ayahanda Sejarah Aceh dan Warisan Intelektual yang Abadi
Prof. Ibrahim Alfian bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga “ayahanda” bagi mahasiswa Aceh di Yogyakarta. Dengan ketekunan dan konsistensinya, beliau meletakkan dasar penting bagi studi sejarah Aceh, termasuk melalui karyanya tentang Perang Aceh dan pendirian Pusat Dokumentasi Aceh. Artikel ini adalah catatan reflektif tentang hubungan personal penulis dengan Prof. Ibrahim, pandangan beliau tentang sejarah, kecintaannya…
