Category: Tokoh dan Pemikiran
-

Johann Georg Hamann: Kritik Post-Enlightenment, Socratic Memorabilia, dan Visi Post-Sekuler
Johann Georg Hamann (1730–1788), dikenal sebagai Magus of the North dan “Socrates Kristen,” adalah pemikir unik yang menolak klaim rasionalisme Pencerahan. Melalui pengalaman pertobatannya di London dan karya Socratic Memorabilia, ia melancarkan kritik tajam terhadap Kant sekaligus memanfaatkan skeptisisme Hume untuk menegaskan peran iman. Hamann menempatkan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wahyu yang menghadirkan…
-

Pokok-Pokok Gerilya: Strategi Perang Rakyat Semesta dari Jenderal Besar A.H. Nasution
Pokok-Pokok Gerilya karya Jenderal Besar A.H. Nasution adalah mahakarya strategi militer Indonesia yang diakui dunia. Buku ini merumuskan perang gerilya sebagai perang rakyat semesta—strategi bertahan hidup bangsa lemah melawan kekuatan besar dengan dukungan rakyat sebagai inti kekuatan. Ditulis dari pengalaman langsung melawan agresi Belanda, karya ini menjadi doktrin pertahanan nasional dan manual klasik yang diajarkan…
-

Snouck Hurgronje: Ilmuwan, Penyamar, dan Otak Strategi Belanda di Aceh
Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Aceh. Lahir tahun 1857, ia dikenal sebagai ilmuwan brilian yang mendalami Islam, bahkan menyamar di Mekkah dengan nama “Haji Abdul Ghaffar.” Namun, pengetahuannya digunakan untuk kepentingan kolonial Belanda. Di Aceh, Snouck menyusun strategi: biarkan masyarakat beribadah, tapi tekan ulama penggerak jihad, serta dekatkan Belanda…
-

Abdullah Mahmud Hendropriyono: Profesor Intelijen, Jaringan Kekuasaan, dan Kontroversi HAM
Abdullah Mahmud Hendropriyono adalah sosok unik dalam sejarah Indonesia. Dari Kopassus hingga Kepala BIN, dari akademisi hingga profesor intelijen pertama di dunia, ia membangun strategi hidup yang menggabungkan nasib, nasab, dan jaringan kekuasaan. Namun, kontroversi HAM dari Talangsari hingga Munir membuatnya tetap menjadi figur yang penuh paradoks.
-

Filsafat Intelijen Negara: Membaca Ulang A.M. Hendropriyono tentang Hakikat, Ekosistem, dan Pilar Intelijen Indonesia
Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia karya A.M. Hendropriyono adalah buku langka yang menempatkan intelijen dalam kerangka filsafat bangsa. Buku ini menguraikan hakikat intelijen sebagai “siasat brilian berkeadaban,” membedakan intelijen dalam negeri dan luar negeri, serta menjelaskan ekosistem intelijen yang terdiri dari pengumpulan informasi, analisis, kontra-intelijen, dan penggalangan. Hendropriyono juga memperkenalkan pilar filosofis seperti velox et…
-

Menteri-Menteri Agama – Biografi Sosial-Politik
Buku Menteri-Menteri Agama: Biografi Sosial-Politik menampilkan biografi lima Menteri Agama awal republik dan satu tokoh PDRI. Disunting Azyumardi Azra dan Saiful Umam, buku ini menggambarkan perjuangan H.M. Rasjidi dalam membentuk kementerian, Fathurrahman Kafrawi memperjuangkan pendidikan agama di sekolah umum, K.H. Masjkur menjaga kementerian di masa gerilya, K.H. Wahid Hasyim mengonsolidasikan eksistensi, K.H. Fakih Usman mengembangkan…
-

Tun Dr. Mahathir Mohamad: Figur Strategis, Visioner, dan Ketahanan Politik di Usia 100
Tun Dr. Mahathir Mohamad, sosok ikonis dunia Melayu-Islam, genap berusia 100 tahun pada 2025. Esai ini membedah gagasan, visi politik, dan warisan intelektualnya, mulai dari The Malay Dilemma, Vision 2020, hingga peran kontemporernya dalam demonstrasi #TurunAnwar.


