Tidak semua anak tumbuh dengan hubungan sempurna bersama orang tuanya. Ada yang lebih dekat dengan salah satu...
Qaishar Kamaruzzaman
Qaishar Kamaruzzaman adalah siswa kelas XII SMA Labschool Banda Aceh yang dikenal kritis, penuh rasa ingin tahu, dan suka mempertanyakan segala hal. Selain fokus belajar, ia pernah mondok di Ma’had Darut Tahfidh, pengalaman yang membentuk kedisiplinan serta spiritualitasnya. Di luar sekolah, Qaishar aktif berolahraga, mendalami dunia trading digital currency, serta menyalurkan pikirannya lewat tulisan reflektif. Bagi Qaishar, ngopi di warkop atau coffee shop bukan sekadar nongkrong, tapi juga ruang untuk mengamati hidup, berdiskusi, dan menantang cara pandang lama dengan perspektif baru.
Media sosial memang seru, tapi juga bisa bikin kita kehilangan diri sendiri. Qaishar menulis refleksi jujur tentang...
Persahabatan di sekolah itu nggak selalu mulus. Ada salah paham, gengsi, dan chat yang kebaca salah, tapi...
Sekolah bukan cuma tempat belajar, tapi panggung penuh warna tempat semua kenangan tercipta. Dalam esai ini, Qaishar...
Aceh bukan hanya dikenal karena syariat Islamnya, tapi juga karena keberagamannya. Dari suku Gayo, Aneuk Jamee, hingga...
Peunayong adalah denyut malam Banda Aceh yang tak pernah padam. Dari aroma mie Aceh pedas, kopi saring...
Islam pertama kali masuk ke Indonesia lewat Aceh, menjadikannya gerbang utama penyebaran Islam di Nusantara. Dari abad...
Islam di Aceh bukan sekadar agama, tapi identitas dan cara hidup. Sejak masa kerajaan Samudera Pasai, nilai-nilai...
Guru zaman now bukan sekadar pengajar, tapi mentor hidup yang bisa jadi inspirasi, motivator, bahkan tempat curhat...
