Ulit Mayang dan Generasi yang Lelah: Mantera Melayu sebagai Cermin Krisis Makna Anak Zaman Sekarang
Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, generasi muda hidup dalam kelelahan yang sering tak terucap. Artikel ini membaca Ulit Mayang karya Haron Daud sebagai cermin krisis makna anak zaman sekarang. Melalui mantera Melayu—tentang perlindungan diri, pengobatan, rezeki, dan pasrah—tulisan ini menunjukkan bahwa kebudayaan lama tidak sekadar warisan masa lalu, melainkan ruang refleksi yang masih hidup. Dengan pendekatan antropologis, mantera dipahami sebagai bahasa simbolik untuk merawat batin, menenangkan kegelisahan, dan mengembalikan makna hidup yang hilang di tengah kebisingan modern.
