Jauh di balik aliran Sungai Singkil terdapat sebuah dunia yang masih mempertahankan hubungan purba antara manusia, air,...
Saudah Tinambunan
Saudah lahir di Desa Rantau Gedang, Aceh Singkil, pada 18 April 2003, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, tumbuh dalam lingkungan pesisir yang religius dan kaya tradisi. Ia menempuh pendidikan dari SD Teluk Rumbia hingga Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh (UNADA), tempatnya memilih studi Ilmu Antropologi dengan minat besar pada sosial, budaya, pendidikan, dan pariwisata. Aktif dalam kegiatan kampus serta masyarakat, Saudah bercita-cita berkontribusi di bidang pariwisata, sambil tetap menyalurkan hobi memasak dan berenang yang menjadi bagian dari kesehariannya.
Artikel ini membaca wajah budaya anak muda Indonesia ketika tradisi bertemu algoritma. TikTok, FYP, dan media sosial...
Tulisan ini mengeksplorasi Singkel sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh pertemuan antara adat lokal, jaringan perdagangan global,...
Ada fase dalam hidup ketika tubuh bekerja tetapi jiwa terasa kosong. Artikel ini mengajak pembaca memahami kundalini...
Adat di Aceh Singkil bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sistem sosial yang terus hidup dalam praktik...
Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, generasi muda hidup dalam kelelahan yang sering tak terucap. Artikel...
Di tengah dunia modern yang bergerak cepat, A’aisa’s Gifts karya Michele Stephen hadir sebagai etnografi yang bergerak...
Kuliner tradisional Aceh Singkil bukan sekadar tentang rasa, tetapi tentang identitas, ingatan, dan hubungan panjang manusia dengan...
Lae Trep di Aceh Singkil adalah sebuah sungai alami dengan air jernih kehitaman yang menjadi kebanggaan masyarakat...
