SectionRubrik
2025
-

Aceh dalam Logika Keruntuhan Negara: Sensor Legitimasi, Disintegrasi Sunyi, dan Alarm 2030
Aceh hari ini bukan panggung separatisme, melainkan sensor legitimasi negara. Ketika pusat salah membedakan ancaman dan gejala, terutama saat bencana dan tekanan pascaperdamaian, yang terjadi bukan pemberontakan, melainkan disintegrasi fungsional:…
-

Indonesia dalam Siklus Peradaban: Negara, Fragmentasi, dan Lahirnya New Indonesia Country (2000–2130)
Artikel ini menganalisis Indonesia dalam siklus peradaban panjang (2000–2130), dari romantisme Return to Majapahit, risiko Balkanisasi pasca-2025, hingga kemungkinan lahirnya New Indonesia Country. Sebuah pembacaan strategis atas bonus demografi, fragmentasi…
-

Aceh, Banjir, dan Salah Baca Negara: Mengelola Kekecewaan Sosial tanpa Memproduksi Ancaman Separatisme
Aceh tidak berada pada jalur separatisme. Banjir yang berulang dan respons negara yang dianggap tidak proporsional memunculkan kekecewaan sosial yang dibaca keliru sebagai ancaman keamanan. Policy brief ini menganalisis bagaimana…
-

Deforestasi Sawit di Aceh Utara dan Bireuen: Jaringan Pengusaha, Beking Kekuasaan, dan Ancaman Banjir Tahunan
Kajian ini mengungkap deforestasi sawit di Aceh Utara dan Bireuen, menelusuri jaringan pengusaha, pembiaran kekuasaan, serta dampaknya terhadap banjir tahunan dan keamanan lingkungan masyarakat.
-

The Tyranny of Certainty: Isaiah Berlin, Vico, Herder, and Hamann in the Counter-Enlightenment | A Philosophical Exploration of Pluralism, Tragedy, and the Limits of Reason
The Tyranny of Certainty confronts one of the most urgent crises of the modern world: the dangerous belief that perfection and harmony can be engineered by eliminating conflict and imposing…
-

Isaiah Berlin and the Defense of the Human World: Why His Ideas Matter Today
In an age defined by polarization and the return of ideological absolutism, Isaiah Berlin’s defense of the human world becomes urgently relevant. This essay explores Berlin’s moral warning against the…



