Banda Aceh β Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (SEMA FSH) UIN Ar-Raniry kembali menorehkan capaian penting melalui pelaksanaan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) tahun 2025 dengan tema βMembuka Ruang, Mengunggah Nalar, Membangun Jiwa Kepemimpinan.β Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17β19 Oktober 2025, dimulai di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry dan diakhiri dengan refleksi kepemimpinan di Pantai Krueng Lhok Nga, Aceh Besar β tempat simbolis yang menjadi ruang kontemplasi bagi generasi calon pemimpin muda kampus.
LKD tahun ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai jurusan di Fakultas Syariah dan Hukum. Program ini dirancang secara sistematis dan mendalam: mulai dari sesi kelas aktif, simulasi dinamika kelompok, pembahasan problem solving, hingga praktik lapangan yang menekankan nilai servant leadership. Tujuan utamanya bukan hanya melahirkan aktivis yang pandai berbicara, tetapi membentuk pemimpin yang mampu mengintegrasikan nalar kritis, empati sosial, dan integritas moral dalam setiap keputusan.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Dekan III FSH, Prof. Dr. Ali Abubakar, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan laboratorium karakter bagi mahasiswa. Menurutnya, kepemimpinan sejati tumbuh bukan dari seruan, melainkan dari latihan panjang dalam memahami diri dan orang lain. Pandangan ini sejalan dengan semangat yang ingin ditanamkan oleh SEMA FSH: bahwa setiap mahasiswa yang mengikuti LKD sedang menapaki jalan panjang menjadi pemimpin yang matang, reflektif, dan berorientasi pada pelayanan.
Ketua SEMA FSH, Birra Sidqi, menjelaskan bahwa LKD bukan sekadar ajang pelatihan administratif, tetapi proses self-leadership yang melatih kemampuan memimpin diri sendiri. βKami tidak hanya melatih bagaimana cara memimpin rapat, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu. Dunia ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara moral dan berpihak pada kepentingan publik serta almamater,β ungkapnya.
Para pemateri yang diundang berasal dari kalangan dosen dan alumni Fakultas Syariah dan Hukum yang berpengalaman. Di antara mereka, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, M.Sh., membawakan materi tentang kebijakan dan integritas kepemimpinan. Dalam sesi lain, Ibu Hayail Umroh, S.Psi., M.Si., menguraikan pentingnya kecerdasan emosional dalam kepemimpinan. βKemampuan memahami emosi diri dan orang lain adalah fondasi resolusi konflik dan kerja sama. Dari sana lahir empati, harmoni, dan kepercayaan β inti dari kepemimpinan yang melayani,β tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen muda FSH, Reza Hendra Putra, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan seperti LKD menjadi bagian dari pola regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang berkesinambungan. βKami bangga dengan Senat Mahasiswa yang konsisten meningkatkan kualitas LKD setiap tahunnya. Ke depan, hasil talent mapping dari kegiatan ini akan menjadi dasar untuk menempatkan mahasiswa pada posisi strategis dalam struktur organisasi,β ujarnya.
Ketua panitia, Marcela Zalianti, menutup kegiatan dengan pesan yang penuh makna. βIni bukan akhir, ini garis start kita. Semua ilmu dan ikatan selama LKD harus berubah menjadi energi positif. Kami menunggu aksi nyata dan kontribusi kalian di berbagai organisasi,β ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.
Penutupan di Pantai Krueng Lhok Nga menghadirkan momen reflektif yang penuh simbolisme. Di bawah langit senja dan debur ombak, para peserta merenungkan perjalanan mereka selama tiga hari: dari ruang teori menuju ruang batin. Pantai itu menjadi saksi transisi dari peserta menjadi calon pemimpin β dari mereka yang belajar memimpin diri, menuju mereka yang siap memimpin sesama.
Ombak yang tak pernah berhenti di pantai itu seakan menjadi metafora tentang kesinambungan kepemimpinan. Setiap generasi mahasiswa akan datang dan pergi, tetapi nilai integritas, nalar kritis, dan tanggung jawab sosial akan terus diwariskan. Melalui LKD 2025, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry tidak hanya mencetak pemimpin organisasi, tetapi juga menumbuhkan generasi yang membawa semangat pelayanan, keteladanan, dan cinta pada almamater. Mereka akan menjadi wajah baru kepemimpinan kampus β tumbuh dari tradisi, berakar pada nilai, dan bergerak menuju masa depan yang beretika.









Leave a Reply