Category: Premium
-

Aceh, Nation-State, dan Komparasi Global: Bali, Yogyakarta, Brunei, Singapura, dan Israel dalam Dialektika Demokrasi dan Agama
Pasca-Helsinki, Aceh dihadapkan pada tantangan besar untuk mengubah legitimasi simbolik syariat menjadi kinerja nyata dalam tata kelola publik. Belajar dari Bali, Yogyakarta, Brunei, Singapura, dan Israel, terlihat bahwa daya tahan politik tidak hanya ditentukan oleh identitas atau narasi, tetapi juga kelembagaan, kapasitas birokrasi, jejaring global, dan kepercayaan publik. Rekomendasi strategis bagi Aceh mencakup institusionalisasi maqฤแนฃid…
-

Strategi Cina di Laut China Selatan: Dominasi Jangka Panjang di Asia Tenggara
Laut Cina Selatan kini menjadi panggung utama geopolitik Asia Tenggara. Strategi salami slicing Cina secara perlahan mengubah status quo, sementara negara-negara ASEAN terjebak dalam politik ambivalensi: antara resistensi terbatas dan akomodasi pragmatis. Artikel ini mengulas bagaimana strategi Beijing, keterbatasan militer, serta kepentingan ekonomi membentuk normalisasi hegemoni Cina di kawasan.
-

Man of Terror dan Man of War: Membaca Ulang War on Terror dari Perspektif Geopolitik Global dan Asia Tenggara
Belajar dari pengalaman Robert Gates sebagai Man of War and Osama Bin Laden sebagai Man of Terror, artikel ini mengupas bagaimana wacana War on Terror tidak hanya dibangun dalam bingkai keamanan global. Dengan menelaah konsep Man of Terror dan Man of War, tulisan ini memperlihatkan bagaimana aktor-aktor global memanfaatkan narasi terorisme untuk kepentingan strategis, sekaligus…
-

20 Tahun Damai RIโGAM: Refleksi dari Senjata ke UUPA
Pendahuluan: Dua Dekade Damai yang Penuh Gelombang Dua puluh tahun sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 adalah sebuah momentum historis yang patut direnungkan secara serius. Aceh yang dahulu diliputi dentuman senjata, operasi militer, dan ketakutan rakyatnya, kini menapaki jalan damai yang penuh lika-liku. Buku 20 Tahun Damai RIโGAM: Berdamai dari Senjata, Berkonflik dalam…
-

Strategi Amerika Serikat Menghadapi Gangguan Cina di Laut Cina Selatan: Perspektif Indo-Pacific Security
Pendahuluan Laut Cina Selatan (LCS) telah lama menjadi ruang kontestasi strategis yang kompleks, di mana geografi, sumber daya alam, dan jalur perdagangan internasional berinteraksi dengan ambisi kekuatan besar. Di mata Beijing, wilayah ini adalah bagian dari โcore interestsโ yang tidak dapat ditawar, seperti Taiwan dan Tibet. Sebaliknya, bagi Washington, Laut Cina Selatan adalah arena kunci…
-

20 Tahun MoU Helsinki: Aceh di Panggung Indo-Pasifik, Diplomasi yang Menjaga Damai
Banda Aceh โ 14 Agustus 2025, Di bawah cahaya sore yang menembus tirai besar Hermes Palace Hotel, ratusan pasang mata tertuju pada podium utama. Di sana berdiri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membuka pertemuan internasional yang langka: International Discussion and Commemoration of the 20th Anniversary of the Helsinki MoU. Tepuk tangan yang menggema bukan hanya untuk…
-

UIN Ar-Raniry Peringati Dua Dekade Perdamaian Aceh: Dari Medan Konflik ke Jalan Kesejahteraan
Banda Aceh โ Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjadi pusat perhatian pada Kamis, 14 Agustus 2025, ketika menggelar peringatan dua dekade perdamaian Aceh pasca-penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki tahun 2005. Acara ini tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi forum refleksi untuk memastikan bahwa spirit perdamaian tetap hidup dan menjadi pendorong kesejahteraan…


