Category: Sosial Politik
-

Mencari Keadilan melalui Resonansi Jalanan: Demonstrasi, Krisis Amanah, dan Ekonomi Islam
Gelombang demonstrasi yang muncul di Indonesia, Nepal, dan Filipina menunjukkan bahwa jalanan sering menjadi ruang terakhir ketika aspirasi publik merasa tidak lagi didengar oleh institusi resmi. Esai ini membaca fenomena tersebut bukan semata sebagai ledakan emosional massa, melainkan sebagai sinyal krisis yang lebih dalam: ketidakadilan distributif, privilese elite, korupsi, buntu aspirasi, dan melemahnya amanah dalam…
-

Demokrasi Aceh: Antara Tradisi Lokal, Agama, dan Tantangan Negara-Bangsa
Demokrasi Aceh tidak lahir dari proyek sekularisme Barat, tetapi dari tradisi musyawarah, nilai Islam, dan kesadaran moral rakyat. Monograf ini menelusuri perjalanan Aceh dalam menegosiasikan demokrasi substantif di bawah bayang-bayang negara-bangsa, agama, dan politik global. Refleksi Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad ini menegaskan bahwa demokrasi sejati bukan sekadar sistem, melainkan jalan spiritual menuju keadilan dan kemanusiaan.
-

MENAKAR ULANG ARAH STRATEGIS ACEH: POLITIK ANGGARAN, KEPEMIMPINAN FISKAL, DAN TRANSFORMASI POST-OTSUS
PENDAHULUAN Anggaran bukan sekadar neraca fiskal; ia adalah ekspresi politik yang paling nyata dalam kehidupan publik. Di Aceh, makna anggaran jauh melampaui hitungan angka dan laporan keuangan. Setiap angka dalam APBA membawa warisan sejarah panjang otonomi, jejak konflik dan rekonsiliasi, serta harapan sosial-ekonomi rakyat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Dalam konteks Aceh, anggaran adalah palimpsest yang…
-

Aceh dalam Transisi: Antara Simbolisme Politik, Kemandirian Fiskal, dan Tantangan Kesejahteraan Sosial
Aceh, sebagai provinsi dengan kekhususan otonomi, memiliki posisi strategis baik secara geopolitik maupun simbolik. Letaknya di ujung barat Indonesia serta sejarah panjang perjuangan identitas Islam menjadikannya kawasan yang bukan hanya sensitif secara kultural, tetapi juga menjadi laboratorium politik bagi eksperimentasi kebijakan otonomi daerah. Dalam rentang waktu 2024โ2025, Aceh menghadapi tantangan besar yang bersifat struktural, fiskal,…
-

Membaca CSO Aceh 1975โ2025: Dari Konflik, Tsunami, hingga MoU Helsinki
Artikel menelusuri dinamika CSO Aceh sejak 1975: dari laboratorium riset sosial, periode konflik, DOM, reformasi 1998, tsunami 2004, MoU Helsinki, hingga fase pasca-donor. Ditekankan jaringan, isu HAM-gender-syariat, regenerasi aktivis, serta agenda strategis CSO untuk kemiskinan, SDGs, dan geo-politik/geo-ekonomi Aceh.
-

ACEH MENJADI TEMPAT PALING BANYAK PEMAIN JUDI ONLINE, MENGAPA HAK TERSEBUT BISA TERJADI
ACEH MENJADI TEMPAT PALING BANYAK PEMAIN JUDI ONLINE, MENGAPA HAK TERSEBUT BISA TERJADI Oleh : Doni Apriliandi Mahasiswa Prodi S1 Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry Banda Aceh Sejak tahun 2016, judi online merupakan problem serius di Indonesia terkhususnya di Aceh. Jika kita perhatikan uang dari judi online di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan. Menurut…
-

Aceh Post 2024 Local Election : Post-Election Chaos, Shadow Rulers, and the Future of Development in Aceh
The 2024 Aceh Pilkada will be a contest between two heavyweight pairs, each with strong networks and historical legitimacy. Yet in Acehโs political culture, winning an election is often only the beginning of deeper challenges. From post-victory panic and cabinet bargaining to the entrenched culture of meuโen proyek (project manipulation) and the shadow of Jakartaโs…
-

Menerawang Arah Masa Depan Aceh Paska-Pilkada 2024: Sebuah Narasi Antropologi Politik
ย Pendahuluan Dalam esai ini, saya tertarik untuk mengamati arah Pilkada Aceh tahun 2024. Kali ini, hanya ada dua pasangan yang akan berlaga dalam Pilkada di provinsi ini. Dua Pasangan ini merupakan putera terbaik Aceh saat ini, yang dipandang dapat membawa nahkoda pemerintahan Aceh 5 tahun berikutnya. Dalam konteks ini, saya tidak akan mengulas siapa yang…

