Category: Agama & Moral Publik
-

Erich Fromm dan Krisis Manusia Modern: Dari Hasrat Memiliki Menuju Seni Menjadi
Esai ini membaca Erich Fromm sebagai salah satu pemikir humanistik paling penting abad ke-20 yang menempatkan krisis manusia modern bukan hanya pada struktur ekonomi, tetapi juga pada orientasi eksistensial. Melalui To Have or To Be?, Fromm menunjukkan bahwa peradaban modern telah menjadikan kepemilikan, konsumsi, citra, dan akumulasi sebagai ukuran nilai manusia. Akibatnya, cinta, pengetahuan, agama,…
-

Membaca Hidup: Tafsir Kehidupan dari Ruang Kelas dan Iman
Tulisan ini lahir dari ruang kelas, dari pertanyaan sederhana murid tentang hidup yang terasa berat. Melalui kisah kecil, ingatan masa kanak-kanak, dan refleksi iman, โMembaca Hidupโ mengajak pembaca memahami kehidupan sebagai tanda-tanda Allah yang berlapis. Malaikat, nabi, ujian, dan keraguan manusia dirangkai dalam narasi lembut yang menuntun pembaca melihat hidup bukan sebagai beban, melainkan perjalanan…
-

Birokrasi dan Ruang Publik di Aceh: Analisis Antropologis Kasus Konser
Penundaan konser Slank dan DโMasiv di Banda Aceh memunculkan perdebatan antara logika birokrasi, nilai budaya lokal, dan hak publik atas ruang kebudayaan. Artikel ini menelaahnya lewat kacamata antropologi sosial tentang negara, masyarakat, dan ruang publik di Aceh.
-

Demokrasi Aceh: Antara Tradisi Lokal, Agama, dan Tantangan Negara-Bangsa
Demokrasi Aceh tidak lahir dari proyek sekularisme Barat, tetapi dari tradisi musyawarah, nilai Islam, dan kesadaran moral rakyat. Monograf ini menelusuri perjalanan Aceh dalam menegosiasikan demokrasi substantif di bawah bayang-bayang negara-bangsa, agama, dan politik global. Refleksi Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad ini menegaskan bahwa demokrasi sejati bukan sekadar sistem, melainkan jalan spiritual menuju keadilan dan kemanusiaan.
-

Islam di Aceh: Identitas, Budaya, dan Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Serambi Mekah
Islam di Aceh bukan sekadar agama, tapi identitas dan cara hidup. Sejak masa kerajaan Samudera Pasai, nilai-nilai Islam sudah mengakar dalam budaya, tradisi, dan perilaku masyarakat. Dari azan di setiap sudut, doa dalam setiap kegiatan, hingga seni seperti rapaโi dan peusijuek, semuanya mencerminkan kedekatan Aceh dengan Islam. Dalam esai ini, Qaishar, siswa SMA Banda Aceh,…
-

Menghidupkan Fiqh: Dari Ilmu ke Kebijakan Publik yang Membumi
Fiqh bukan sekadar kumpulan pasal hukum, melainkan pemahaman mendalam yang membentuk amal dan kebijaksanaan. Artikel ini mengajak kita menghidupkan kembali fiqh sebagai tafaqquh peradaban: ilmu yang bergerak dari makna menuju definisi, lalu melahirkan kebijakan yang membumi. Dengan kerangka maqฤแนฃid, fiqh hadir dalam isu kontemporerโdari pengelolaan sampah, keuangan digital, hingga etika AI di dunia akademik. Fiqh…
-

Membentuk Generasi Qawiyun Amin dari Kampus UIN Ar-Raniry
Arahan Prof. Mujiburrahman dalam Subuh Tarbawi UIN Ar-Raniry menegaskan kewajiban program Maโhad sebagai benteng akhlak, penguasaan Alquran, dan disiplin ibadah. Pesan ini juga menyentuh soal manajemen waktu, krisis sosial Aceh, amanah orang tua, serta pentingnya membentuk generasi qawiyun amin sebagai pemimpin masa depan bangsa.
-

Peran Ulama dalam Pencegahan Kekerasan Seksual di Aceh
Kekerasan seksual di Aceh terus meningkat meski syariat Islam telah ditegakkan melalui Qanun Jinayah. Data dari P2TP2A dan DP3A menunjukkan tren kasus yang mengkhawatirkan, bahkan melibatkan orang terdekat korban. Stigma, minimnya keberpihakan, dan lemahnya implementasi hukum membuat suara korban sering terbungkam. Artikel ini mengurai pentingnya peran ulama dalam mendorong perubahan sosial, memberikan edukasi, serta menjadi…

