#18 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Sumatera

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

 


Bersama Owner Greentech Kawasaki Pekanbaru

Jalan
Lintas Sumatera cenderung sepi di pagi dan siang hari. Sebab, truk-truk belum
berangkat di pagi hari atau mereka makan siang di pinggir jalan, ketika
menjelang siang hari. Artinya, kami pun harus membaca situasi ini, setelah
belajar dari jalur yang kami sebelumnya. Terkadang pemandangan sawit membuat
saya agak sedikit bosan dan ngantuk, ketika mengendarai Nyak Ver. Beberapa kali
kali berhenti untuk menghilangkan rasa ngantuk. Begitu sampai di Batu Ampar,
saya melihat ada dua penginapan yang muncul di GPS. Padahal jam masih
menunjukkan pukul 16:30. Saya memutuskan untuk berhenti, karena kota terdekat
di depannya masih di antara 70 km, dimana itu adalah sekitar 2 jam perjalanan
bagi Nyak Ver.

Akhirnya,
kami memutuskan menginap di Batu Ampar pada malam itu. Penginapan cukup bersih,
walaupun diberinama wisma. Pemiliknya sangat ramah. Namun, karena rasa lelah
setelah berkendera dengan truk-truk sembako dan minyak sawit, kami memutuskan
untuk beristirahat sore itu. Menjelang magrib, saya pun keluar untuk mencari
makan malam. Tentu pemandangan di luar penginapan adalah sawit. Persiapan
makanan kami rupanya sudah menipis. Begitu keluar, saya bertanya ke mana arah
untuk membeli makan malam. Pemilik hotel menawarkan jasanya untuk menelpon
penjual Ayam Penyet di sekitar penginapannya. Saya mengiyakan, sebab kalau saya
keluar, sudah pasti saya harus naik Nyak Ver. Kalau naik Nyak Ver, saya harus
dan mesti menggunakan pakaian riding.
Sebab, keselamatan pengendara ketika 
mengendarai Nyak Ver adalah nomor wahid, selama Touring Indonesia
Harmoni.

See also  #40 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Jawa


Setelah
menunggu beberapa menit, lalu datang seorang bapak dengan sepeda motor membawa
pesanan kami. Jadi, pada malam itu, perut kami tidak akan merasakan kelaparan,
sebab ayam penyet telah menjadi santapan makan malam. Keesokan paginya, target
kami adalah kota Pekanbaru. Kami berangkat agak pagi, karena begitu sampai di
Pekan Baru, kami hendak memasukkan Nyak Ver ke dealer Kawasaki di kota ini,
yaitu Greentech Pekanbaru. Begitu keluar, matahari baru saja menyapa perjalanan
kami. Kalau agak pagi, jalanan agak cenderung sepi dari kendaraan besar.
Jalanan yang sepi membuat kami betul-betul menikmati perjalanan ke Pekanbaru.

Ketika
mencapai kota Pekanbaru, maka akan dilewati beberapa kota kabupaten dan
kawasan-kawasan pengeboran minyak di provinsi Riau. Pemandangan sawit dan
pertamina menjadi pemandangan tersendiri. Harus diakui bahwa provinsi Riau
menjadi salah satu provinsi yang amat kaya hasil alamnya. Namun pemandangan
masyarakat di sekitar areal perkebunan sawit dan pengeboran minyak, tidak
memiliki perubahan yang cukup signifikan. Saat tahun 1990-an akhir, saya naik
bus Aceh – Jakarta, pemandangan yang sama juga terlihat di sekitar perkebunan
kelapa sawit dan areal pengeboran minyak oleh Pertamina.

Begitu
sore hari kami sudah mendekati kota Pekanbaru, langsung menuju Greentech
Pekanbaru. Kami sengaja percepat laju kendaraan, sebab kalau sampai di Pekanbaru
di atas jam 17:00, maka dealer Kawasaki ini akan tutup. Begitu sampai, Nyak Ver
saya serahkan pada mekanik, untuk dilakukan pengecekan secara regular. Para
mekanik menyambut kami secara antusias, mereka bertanya tentang touring kami.
Sebab, sebelumnya saya sudah pernah singgah di dealer ini, ketika melakukan
touring dari Bali menuju Banda Aceh. Beberapa mekanik pun menyapa kami dengan
penuh akrab.

See also  Membentuk Tim Persiapan untuk Touring Keliling Indonesia Harmoni


Ketika
sedang menunggu Nyak Ver dicek, tiba-tiba ada dua staf Greentech yang menyapa
kami di ruang tunggu. Salah satu dari mereka adalah karyawan yang khusus
menangani, jika ada biker yang sedang
touring jarak jauh, bertandang ke
workshop mereka. Kami saling menyapa dan bertukar informasi. Adapun staf yang
satu lagi adalah bagian dari penjualan Greentech di media sosial. Kami pun
saling mengikuti di Instagram. Tidak hanya itu, bos Greentech Pekanbaru ikut
menyapa kami. Akhirnya, kehadiran kami di dealer ini disambut dengan penuh
keakraban dan kehangata. Beberapa gift dari
Greentech Kawasaki Pekanbaru diberikan sebagai kenang-kenangan bagi kami
berdua. Setelah Nyak Ver diservis, kami foto bersama di halaman dealer Kawasaki
terbesar di Asia Tenggara ini. Sore itu, kelelahan kami terobati dengan
sambutan pihak Greentech Kawasaki Pekanbaru.


Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment