#17 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Sumatera

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

 


Pada
saat malam hari, saya juga mempelajari rute Palembang – Jambi. Rute ini cukup
ramai, sebab tidak ada jalan tol antara dua provinsi ini. Dipastikan bus, truk,
dan kendaraan lainnya akan merayap pada jalur Lintas Timur Sumatera ini. Untuk
itu, kami memilih berangkat sebelum kota Palembang pada merayap. Namun sebelum
memulai perjalanan tersebut, kami terlebih dahulu sarapan pagi di pinggir
jalan. Setelah itu langsung berangkat menuju kota Jambi. Perjalanan cukup
lancar, kendati terhenti oleh antrian kendaraan, jika ada perbaikan jalan atau
kecelakaan di jalan raya.

Menjajal
jalur ini memang harus ekstra hati-hati, sebab selaian jalan raya yang lumayan
sempit, tidak sedikit jalan yang rusak parah. Tanjakan pun terkadang tidak
begitu bersahabat, terutama jika truk-truk besar yang tidak begitu kuat
menaikinya. Terkadang kendaraan tersebut berhenti secara mendadak di tengah
jalan. Karena itu, selama menempuh Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Nyak Ver
harus dikendarai sesuai dengan situasi lalu lintas, yang cukup berbahaya, jika
ada niat untuk ugal-ugalan.

Menjelang
sore hari, kami sudah sampai di kota Jambi. Sebelum mendekati kota, kami shalat
ashar terlebih dahulu. Kota Jambi adalah kota yang berada di perbukitan.
Kotanya tidak begitu ramai, tetapi cukup padat. Malam itu kami memutuskan
menginap di kawasn yang cukup ramai penduduk. Ada beberapa tamu yang
menanyakan, arah dan tujuan perjalanan kami. Ketika itu, nada bicara sudah
mulai kelihatan logat Jambi. Kami menceritakan perjalanan kami seadanya, sambil
menunggu kunci kamar penginapan.

See also  Ihwal Konsep Etno Touring Dibalik Touring Keliling Indonesia Harmoni


Ketika
malam hari, saya mulai menghitung jarak antara kota Jambi dan Pekanbaru.
Pemandangan kebun sawit dari satelit, menunjukkan bahwa kami harus memutuskan
dimana besok akan berhenti untuk istirahatt. Belum lagi kondisi jalan yang
kerap hujan juga membuat kami selalu melakukan perhitungan, jangan sampai
magrib di tengah hutan sawit. Begitu pagi hari, kami memutuskan untuk tidak
berangkat terlalu pagi, sebab jarak antara Palembang dan Jambi, sudah cukup
menyerap energi saya di dalam berkendara.

Saya
memutuskan untuk mencapai kota Pekan Baru pada hari itu. Sebab jika dipaksakan,
maka sangat boleh jadi, kami akan sampai pada malam hari. Hal itu yang sangat
kami hindari selama Touring Indonesia Harmoni. Dari satelit, saya melihat bahwa
ada beberapa penginapan di sekitar Batu Ampar. Sudah dapat dipastikan kalau ada
penginapan bukan di kota besar, maka mau tidak mau, kami tidak akan dapat
menggunakan aplikasi pengiapan secara online. Karena pemandangan sawit dan
sawit, saya memutuskan untuk tidak melaju secara kencang. Sebab, antara tempat
penginapan yang tampak dengan kondisi hutan sawit, membuat kami harus mencari
titik teraman untuk penginapan pada sore harinya.


Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment