Author: Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Wafak, Kosmologi, Kosmogoni, dan Meta-Intelijen: Membaca Ketahanan Negara Indonesia dari Arsitektur Simbolik yang Tak Terlihat
Esai ini membaca wafak, kosmologi, kosmogoni, dan meta-intelijen sebagai arsitektur simbolik ketahanan negara Indonesia. Ketika negara retak, masalahnya bukan selalu musuh yang datang, melainkan keseimbangan makna yang runtuh secara perlahan. Aceh dan Jawa dibaca sebagai dua kutub kosmik Nusantara, tempat intelijen bekerja dalam diam, jauh sebelum ancaman bernama muncul.
Wongke dalam Filsafat Intelijen Indonesia: Rekayasa Subjektivitas, Kuasa Tersembunyi, dan Tata Kelola Kognitif Negara
Artikel ini membedah konsep wongke sebagai kategori inti dalam filsafat intelijen Indonesia. Wongke dipahami bukan sebagai agen atau informan, melainkan sebagai formasi onto-epistemik: subjek yang direkayasa secara sistemik untuk mengelola persepsi, legitimasi, dan stabilitas kognitif negara melalui kuasa yang tidak terlihat. Kajian ini menempatkan wongke dalam kerangka intelligence philosophy, cognitive governance, dan rekayasa subjektivitas dalam operasi intelijen non-formal.
