Latar Belakang dan Pendidikan Eli Zaretsky Eli Zaretsky adalah seorang sejarawan budaya dan pemikir Marxis terkemuka yang dikenal karena kajiannya tentang hubungan antara kapitalisme, keluarga, dan psikoanalisis dalam sejarah modern. Ia lahir pada tahun 1940 di Brooklyn, New York[1]. Zaretsky menempuh pendidikan sarjana di University of Michigan dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang sejarah dari University of Maryland pada tahun 1978[1][2]. Latar belakang pendidikan ini memberikan fondasi kuat bagi perspektif historis dan teoritisnya. Sejak 1999, Zaretsky bergabung sebagai dosen sejarah di The New School for Social Research (NSSR), New York, di mana ia kemudian menjadi profesor emeritus[3][4]. Keahliannya mencakup sejarah budaya abad ke-20, teori dan sejarah kapitalisme (terutama dalam dimensi sosial-budayanya), serta sejarah keluarga[3]. Selama masa pendidikannya, Zaretsky sudah terpapar pada gagasan-gagasan kritis zamannya. Di Universitas Michigan pada awal 1960-an — periode tumbuhnya Gerakan New Left di kampus-kampus — ia mulai tertarik pada analisis radikal masyarakat Amerika. Namun, Zaretsky mengakui bahwa hingga pertengahan 1960-an ia sendiri “tidak sadar” akan Marxisme atau politik kiri pada tingkat yang mendalam[5]. Kesadaran politiknya berubah sekitar tahun 1965–1966 ketika seorang sejarawan kiri bernama Martin Sklar (editor jurnal Studies on the Left) memperkenalkan perspektif anti-imperialis tentang Krisis Terusan Panama[5]. Sklar, seorang mentor intelektual awal, menyatakan bahwa Terusan Panama “sebenarnya milik mereka [Panama], bukan milik kita,” sebuah pandangan anti-kolonial yang menggugah Zaretsky muda[5]. Pengalaman tersebut membuka matanya terhadap kritik Marxis dan membawa dirinya masuk ke lingkungan pemikir New Left. Karier Awal dan Pengaruh Intelektual Memasuki akhir 1960-an, Eli Zaretsky semakin aktif dalam dunia intelektual kiri. Ia bergaul dengan para cendekiawan New Left berpengaruh seperti Christopher Lasch, Eugene Genovese, dan James (Jimmy) Weinstein, yang kala itu terlibat dalam perdebatan tentang perlu tidaknya agenda sosialisme dalam historiografi Amerika[6]. Jimmy Weinstein, seorang sejarawan Partai Sosialis Amerika era Eugene Debs, menjadi mentor pribadi Zaretsky[7]. Weinstein dikenal sebagai pendiri jurnal kiri Socialist
Artikel ini tersedia untuk pelanggan. Silakan berlangganan untuk membaca selengkapnya.
Leave a Reply