#21 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Sumatera

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

 


Begitu
sore hari memasuki provinsi Aceh, saya mulai kebingunan untuk menetapkan
pilihan, dimana kami akan menginap. Paling tidak ada tiga pilihan, yaitu
Langsa, Idi, dan Lhokseumawe. Sebab, kami akan mengejar waktu keesokan harinya,
untuk sampai lebih sore di Banda Aceh. Kami terus berpacu dengan waktu, dimana
ketika maghrib, Nyak Ver harus berhenti, untuk mencari penginapan. Begitu
sampai di kota Lhoksukon, saya melirik ke kanan jalan, rupanya ada hotel baru
yang cukup menggoda untuk disinggahi. Sebab, sebelumnya, di kota ini sama
sekali tidak ditemukan penginapan. Saya meminta istri untuk mengecek harga dan
kebersihan hotel.

Dia
kembali dengan informasi bahwa hotel ini baru saja diresmikan tanggal 2
Desember 2021. Saya mengajak dia untuk menginap di hotel tersebut, daripada
harus menaiki Nyak Ver untuk sampai satu jam lagi ke kota Lhokseumawe. Bagi
saya, kalau sudah sampai di Lhokseumawe, maka sekitar 30 km lagi akan saya di
kampung halaman saya, Krueng Mane. Tentu akan sangat bahagia sekali dapat
berjumpa dengan ibu dan keluarga di kampung. Akhirnya, kami memutuskan untuk
menginap di hotel yang super baru dan sangat nyaman tersebut. Malam itu, kami
berdiskusi tentang keberangkatan besok pagi, sebab ketua Panitia Touring
Indonesia Harmoni, Dr. Mukhlisuddin Ilyas mengatakan bahwa akan disambut oleh
beberapa kolega dekat, kalau kami sampai pada sore hari.

See also  Mempersiapkan Penginapan dan Apparels Selama Touring Keliling Indonesia Harmoni

Malam
itu, dia menelpon beberapa kali. Saya tidak mengangkatnya, karena sudah
terlelap tidur. Selama Touring Indonesia Harmoni, begitu masuk penginapan, maka
tidak ada lagi aktifitas di atas jam 9 malam. Saya akan mencari posisi tidur
dan saya minta kalau ada apapun dan dari siapapun telpon atau pesan yang masuk,
tidak perlu direspon. Sebab, kualitas istirahat sangat saya jaga selama
melakukan touring jarak jauh ini. Karena itu, keesokan harinya saya menelpon
balik untuk mengatakan bahwa jangan dulu diatur penyambutan, sebab kedatangan kami
tidak dapat diprediksi sesuai jadwal. Alasannya adalah kalau ada persoalan di
kendaraan atau cuaca yang tidak bersahabat, maka akan sangat tidak enak hati,
dengan mereka yang sudah menunggu di Bandar Publishing.

Namun,
kami bersepakat bahwa apapun bisa dilaksanakan, jika kami sudah berangkat dari
Krueng Mane pada jam 12 siang hari. Sebab, dari Lhoksukon saya akan singgah di
Krueng Mane, untuk berjumpa dengan ibu saya. Begitu jam 8 pagi, saya langsung
mengajak istri untuk bersiap-siap untuk berangkat. Saya masih ingat ketika kami
pulang dari Bali, ban sepeda motor kami bocor di kawasan Bayu, yang menyebabkan
kami sampai jam 9 malam di Banda Aceh saat itu. Jadi, saya sangat berhati-hati
dengan cara mengemudi, supaya tidak kemalaman sampai di Banda Aceh. Jam 10 pagi
pun kami sampai di Krueng Mane. Ibu saya memang sedang menyiapkan masakan
kesukaan saya, yaitu Kuah Mujair Pliek U.
Begitu jam 11 saya melahap dua piring nasi dan ikan mujair. Bagi saya, ini
merupakan suplemen yang sangat terenak selama touring. Sebab, ibu saya sendiri
yang menyiapkan masakan ini.

See also  The Stories of Perantau in Nusantara (#03)


Begitu
jam 11:30 saya pun mengatakan bahwa harus berangkat ke Banda Aceh. Keluarga
saya melepaskan kami di halaman rumah.  Saya langsung memberitahukan ketua panitia di
Banda Aceh, bahwa kami akan berangkat dan saya minta untuk memonitor perjalanan
kami. Saya membagi lokasi terkini dari
perjalanan saya. Jadi, dia dapat mengetahui situasi perjalanan kami, dari
pergerakan di GPS. Setelah hampir 5 jam berkendara dan saya mengurangi durasi istirahat
di jalan. Tepat jam 16:45 kami sampai di Banda Aceh. Rupanya beberapa kolega
wartawan telah menunggu. Mereka langsung mengadakan konferensi pers untuk
menyambut kepulangan Touring Indonesia Harmoni pada tanggal 7 Desember 2021.[1]



[1]Beberapa liputan kepulangan kami
dapat dibaca dalam tautan berikut:
Adi Warsidi, “4 Bulan Touring Keliling Indonesia,
KBA dan Istri Kembali Pulang,” Acehkini, Desember 2021,
https://kumparan.com/acehkini/4-bulan-touring-keliling-indonesia-kba-dan-istri-kembali-pulang-1x46HzrYkRr/full.
 

See also  The Story of Perantau in Nusantara (#02)
Irfan, “Keliling Indonesia Pakai Moge, KBA dan
Istri Tiba Kembali di Banda Aceh,” Nukilan, Desember 2021,
https://nukilan.id/keliling-indonesia-pakai-moge-kba-dan-istri-tiba-kembali-di-banda-aceh/.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment