Category: Analisis & Opini
-

Aceh sebagai Theatre of Deception: Bagaimana Negara Mengelola Konflik Tanpa Perang
Aceh tidak lagi berperang, tetapi tidak pernah benar-benar keluar dari konflik. Artikel ini membedah Aceh sebagai theatre of deceptionโwilayah di mana negara mengelola konflik laten melalui kontrol persepsi, stabilitas semu, dan normalisasi pengawasan tanpa perang terbuka.
-

Peta Konflik Elite Indonesia 2026โ2035: Analisis Generasi Kekuasaan, Negara Pusat, dan Oligarki
Indonesia memasuki periode 2026โ2035 dengan satu tantangan utama: bukan krisis ideologi, melainkan krisis transisi elite. Peta konflik kekuasaan kini ditentukan oleh usia, generasi, dan aksesโsiapa yang mengendalikan negara pusat, siapa yang menguasai jalur ekonomi dan BUMN, serta siapa yang siap memotong jalur suksesi lama. Esai ini memetakan konflik antargenerasi elite Indonesia, dari pemegang veto lama…
-

Aceh dalam Penjara Kognitif Negara: Salah Baca Keamanan, Gagal Integrasi, dan Warisan Weberian State
Aceh terus dipandang sebagai ancaman bukan karena ingin memisahkan diri, tetapi karena negara gagal memahami integrasi pada level terdalam: jiwa, pikiran, imajinasi, dan kosmologi sosial. Esai ini membongkar salah baca keamanan negara, warisan Weberian State, serta bagaimana kolonialisme Belanda dan negara Indonesia merusak tatanan kehidupan Aceh.
-

Indonesia 2030 dan Logika Keruntuhan Negara | National Integrity Warning Calendar
Kajian ini menganalisis Indonesia menuju 2030 sebagai fase akumulasi krisis legitimasi negara modern. Dengan pendekatan kalender berlapis, geopolitik, dan ketahanan institusional, laporan ini memetakan bagaimana kegagalan kecil yang berulang dapat menjadi akselerator disintegrasi tanpa perang terbuka.
-

Aceh dalam Logika Keruntuhan Negara: Sensor Legitimasi, Disintegrasi Sunyi, dan Alarm 2030
Aceh hari ini bukan panggung separatisme, melainkan sensor legitimasi negara. Ketika pusat salah membedakan ancaman dan gejalaโterutama saat bencana dan tekanan pascaperdamaianโyang terjadi bukan pemberontakan, melainkan disintegrasi fungsional: wilayah tetap di peta, namun perlahan keluar dari orbit kepercayaan. Brief ini menekan pemerintah pusat agar berhenti memakai paradigma konflik lama, membangun arsitektur integritas informasi, dan merawat…
-

Indonesia dalam Siklus Peradaban: Negara, Fragmentasi, dan Lahirnya New Indonesia Country (2000โ2130)
Artikel ini menganalisis Indonesia dalam siklus peradaban panjang (2000โ2130), dari romantisme Return to Majapahit, risiko Balkanisasi pasca-2025, hingga kemungkinan lahirnya New Indonesia Country. Sebuah pembacaan strategis atas bonus demografi, fragmentasi internal, dan geopolitik Indo-Pasifik dalam membentuk masa depan republik.
-

Aceh, Banjir, dan Salah Baca Negara: Mengelola Kekecewaan Sosial tanpa Memproduksi Ancaman Separatisme
Aceh tidak berada pada jalur separatisme. Banjir yang berulang dan respons negara yang dianggap tidak proporsional memunculkan kekecewaan sosial yang dibaca keliru sebagai ancaman keamanan. Policy brief ini menganalisis bagaimana salah tafsir negara terhadap ekspresi simbolik justru berisiko menggerus legitimasi, bukan menjaga keutuhan Indonesia.
-

Deforestasi Sawit di Aceh Utara dan Bireuen: Jaringan Pengusaha, Beking Kekuasaan, dan Ancaman Banjir Tahunan
Kajian ini mengungkap deforestasi sawit di Aceh Utara dan Bireuen, menelusuri jaringan pengusaha, pembiaran kekuasaan, serta dampaknya terhadap banjir tahunan dan keamanan lingkungan masyarakat.

