0 thoughts on “Kabar Buruk dari Sungai Singkel: Sawit, Rawa Gambut, dan Ekologi yang Runtuh di Aceh

  1. Perlu kita pahami Singkil sebenarnya tidak pernah banjir melainkan air kiriman dari berbagai alur sungai yang panjang, Singkil adalah hilir bukan hulu, yang perlu diselamatkan adalah hulu sungai yang sekarang menjadi lahan gundul dan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit…

    Benar Singkil sudah dikelingi oleh tanaman kelapa sawit, menurut saya pentingnya menertibkan dari pinggir sungai ke daratan 100 meter jangan di tanami kelapa sawit biar saja ada hutan, dan pemerintah harus buat kanal dari simpang dua sungai Singkil ke anak laut selebar 100 meter supaya air kiriman dari Blang kejren, Aceh tenggara, sungai Wampu seular dan sungai cinendang bisa di percepat ke laut.

    SMRS perlu di lestarikan namun masyrakat di sekitar kawasan perlu juga di sejahterakan, dari dulu masyrakat menjaganya dan melestarikannya, maaf seribu kali maaf banyak lembaga lingkungan yang selalu memprojectkan kawasan tersebut dan menjadikan masyrakat sekitar pilot projectnya, sampai sekarang belum ada satu pun lembaga tersebut bisa merubah pengalihan usaha mereka.

    Hal yang kedua, perlu kita lihat desa yang disampaikan dalam narasi di atas kecamatan Singkil kenapa air kencang masuk kepermukiman, itu semua dikarenakan kebun sawit yang membuka kanal dan juga pokok sawit sudah berusia tinggi, baik masyrakat mau pun perusahaan yang ada di Singkil, itu penting ditertibkan oleh pemerintah, jangan hanya menjadi janji politik dimasa kampanye.

    Rawa Singkil.
    Punah karena orang orang kuat, dan instansi terkait tidak sanggup mengambil ketegasan…
    Kalok masyarakat kecil tebang satu atau tiga batang, hukum trus berjalan, kalok orang kuat atau orang beruang tidak ada tindakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *