Tag: Politik Aceh
-

Harlan dalam Masyarakat Aceh: Dari Premanisme Jalanan ke Kekuasaan Politik, Ekonomi, dan Agama
Harlan adalah konsep sosial Aceh yang semakin jarang disebut, tetapi wataknya masih hidup dalam ruang publik, politik, ekonomi, agama, dan ekonomi gelap. Esai ini membaca harlan sebagai fenomena antropologi kekerasan: dari parang, pedang, terminal, pasar, backing, narkotika, hingga kekuasaan informal yang bekerja melalui rasa takut. Dengan membandingkannya secara hati-hati dengan jawara di Banten dan blater…
-

Aceh, Banjir, dan Salah Baca Negara: Mengelola Kekecewaan Sosial tanpa Memproduksi Ancaman Separatisme
Aceh tidak berada pada jalur separatisme. Banjir yang berulang dan respons negara yang dianggap tidak proporsional memunculkan kekecewaan sosial yang dibaca keliru sebagai ancaman keamanan. Policy brief ini menganalisis bagaimana salah tafsir negara terhadap ekspresi simbolik justru berisiko menggerus legitimasi, bukan menjaga keutuhan Indonesia.
-

Laporan Analisis Mingguan Dinamika Sosial, Politik, dan Keamanan Aceh | Periode 14โ21 Agustus 2025
Laporan mingguan KBA13 Insight untuk Pekan III Agustus 2025 menyoroti dinamika sosial, politik, dan keamanan di Aceh. Dari perdebatan seputar syariat Islam, manuver elite menjelang Pilkada 2025, hingga hubungan tarik-menarik JakartaโBanda Aceh, laporan ini memberikan analisis tajam tentang arah kebijakan dan stabilitas Aceh. Isu keamanan residual pasca-konflik dan kejahatan lintas negara juga semakin nyata, menuntut…
-

Sofyan A. Djalil: Jejak Intelektual, Kepemimpinan, dan Karier Politik Seorang Teknokrat Aceh
Sofyan A. Djalil adalah sosok teknokrat yang menembus lingkaran kekuasaan Indonesia tanpa sandaran partai politik. Putra Aceh ini telah bertahan di berbagai kabinet presiden sejak era SBY hingga Jokowi. Di balik ketenangannya, ia dikenal sebagai pembaca tekun dan pemikir strategis yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kebijakan. Karier panjangnya sebagai menteriโdari Komunikasi dan Informatika, Perdagangan,…
-

Aceh, Nation-State, dan Komparasi Global: Bali, Yogyakarta, Brunei, Singapura, dan Israel dalam Dialektika Demokrasi dan Agama
Pasca-Helsinki, Aceh dihadapkan pada tantangan besar untuk mengubah legitimasi simbolik syariat menjadi kinerja nyata dalam tata kelola publik. Belajar dari Bali, Yogyakarta, Brunei, Singapura, dan Israel, terlihat bahwa daya tahan politik tidak hanya ditentukan oleh identitas atau narasi, tetapi juga kelembagaan, kapasitas birokrasi, jejaring global, dan kepercayaan publik. Rekomendasi strategis bagi Aceh mencakup institusionalisasi maqฤแนฃid…
-

Alumni Friendly Dinner Bersama Konsul AS untuk Sumatra: Dialog Hangat tentang Aceh di Tengah Peringatan 20 Tahun Damai
Banda Aceh, 14 Agustus 2025 โ Suasana Seafood Karibia, Kuta Alam, Banda Aceh, malam itu terasa akrab namun sarat makna. Undangan resmi yang dikirim oleh U.S. Consul for Sumatra, Lisa Podolny menjadi gerbang bagi sebuah pertemuan yang mempertemukan para alumni, tokoh akademik, dan pejabat publik Aceh dalam bingkai diplomasi yang bersahabat. Acara Alumni Friendly Dinner…
-

UIN Ar-Raniry Peringati Dua Dekade Perdamaian Aceh: Dari Medan Konflik ke Jalan Kesejahteraan
Banda Aceh โ Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjadi pusat perhatian pada Kamis, 14 Agustus 2025, ketika menggelar peringatan dua dekade perdamaian Aceh pasca-penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki tahun 2005. Acara ini tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi forum refleksi untuk memastikan bahwa spirit perdamaian tetap hidup dan menjadi pendorong kesejahteraan…
-

FGD Tim Kajian Perdamaian Kesbangpol Aceh: UUPA sebagai Kunci Keberlanjutan Damai atau Sumber Persoalan Baru?
Banda Aceh, 13 Agustus 2025 โ Ruang Memorial Perdamaian Kesbangpol Aceh sore itu menjadi arena diskusi intens. Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Tim Kajian Pendidikan Perdamaian Kesbangpol Aceh menghadirkan para akademisi, anggota tim kajian, dan perwakilan Kesbangpol untuk membedah satu isu strategis: Posisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dalam menjaga atau justru mengancam keberlanjutan damai…
-

Surya Paloh dan Fenomena โPolitical Dowryโ di Politik Indonesia
Dalam dunia politik Indonesia, SuryaโฏPaloh menonjol sebagai figur unikโmendirikan Partai NasDem dengan misi menciptakan politik tanpa mahar. Berangkat dari warisan Golkar dan dikenal sebagai media mogul, Paloh menegaskan etika baru dalam pemilihan politik: tanpa bayar, tanpa kompromi. Sosoknya bukan hanya tokoh partai, melainkan penanda paradigma baru dalam demokrasiโbagaimana kekuasaan bisa dibangun lewat ide, bukan transaksi.…
