Category: Telaah Buku
-

The Long and Winding Road to Helsinki: Aceh dalam Perang dan Damai
The Long and Winding Road to Helsinki: Aceh dalam Perang dan Damai karya M. Nur Djuli adalah catatan personal dan historis tentang perjalanan panjang Aceh dari perang menuju damai. Buku ini menyingkap luka kolektif, pergulatan identitas, dan dinamika negosiasi yang berujung pada MoU Helsinki 2005. Ditulis oleh seorang saksi langsung, buku ini merekam denyut perlawanan,…
-

Putin’s People: Membaca Ulang Rusia Putin dan Bayang-Bayang KGB
Putin’s People karya Catherine Belton adalah investigasi berani tentang bagaimana jaringan KGB dan Vladimir Putin merebut kembali Rusia dari reruntuhan Uni Soviet, menciptakan oligarki baru, dan memperluas pengaruh hingga ke Barat. Buku ini membuka mata tentang bagaimana kekuasaan, uang, dan intelijen membentuk dunia geopolitik kita hari ini.
-

The Spectre of Comparisons – Benedict Anderson dan Nasionalisme Asia Tenggara
Benedict Anderson dalam The Spectre of Comparisons mengajak kita menelusuri bagaimana nasionalisme di Asia Tenggara tidak pernah berdiri sendiri, melainkan lahir dalam “logic of seriality” yang saling memantul antarbangsa. Dari Filipina dengan cacique democracy, Indonesia dengan warisan kolonial Belanda, hingga Thailand dengan modernisasi politiknya, Anderson menunjukkan bahwa nasionalisme adalah imajinasi yang dibentuk oleh bahasa, sastra,…
-

Radio Thami dan Dinamika Politik Media di Saudi Arabia: Sebuah Kajian Mendalam
Radio Thami adalah salah satu warisan media paling berpengaruh dalam sejarah Saudi Arabia. Lebih dari sekadar saluran hiburan, radio ini berfungsi sebagai instrumen politik, ruang dakwah resmi, dan senjata diplomasi regional. Dalam masyarakat konservatif, Radio Thami menjadi ruang dengar yang membentuk kesadaran publik sekaligus memperkuat legitimasi kerajaan. Artikel ini menelusuri bagaimana radio ini bersaing dengan…
-

Sofyan A. Djalil: Jejak Intelektual, Kepemimpinan, dan Karier Politik Seorang Teknokrat Aceh
Sofyan A. Djalil adalah sosok teknokrat yang menembus lingkaran kekuasaan Indonesia tanpa sandaran partai politik. Putra Aceh ini telah bertahan di berbagai kabinet presiden sejak era SBY hingga Jokowi. Di balik ketenangannya, ia dikenal sebagai pembaca tekun dan pemikir strategis yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kebijakan. Karier panjangnya sebagai menteri—dari Komunikasi dan Informatika, Perdagangan,…
-

Post-Tradisionalisme Islam – Membaca Ulang Warisan Intelektual Arab
Buku Post-Tradisionalisme Islam karya Muhammad Abed al-Jabiri adalah salah satu karya penting yang menantang cara berpikir umat Islam tentang tradisi, rasionalitas, dan modernitas. Dalam ulasan ini, kita melihat bagaimana al-Jabiri membedah warisan intelektual Arab, dari kritik metodologi, peran bahasa, rasionalisme Ibn Rusyd hingga problem Islam dan modernitas. Buku ini bukan hanya bacaan akademis, tetapi manifesto…
-

Dari Rimba Aceh ke Stockholm: Memoar Dr. Husaini Hasan tentang Perjuangan, Diplomasi, dan Perdamaian Aceh
Memoar Dr. Husaini Hasan, Dari Rimba Aceh ke Stockholm, bukan sekadar catatan pribadi, melainkan rekam jejak kolektif perjuangan rakyat Aceh dalam mencari martabat dan keadilan. Buku ini mengisahkan peristiwa penyergapan Alue Beureunè 1983 yang berdarah, long march para pejuang yang penuh penderitaan, hingga kiprah diplomasi Aceh di Eropa dan Amerika. Dari rimba Aceh hingga panggung…
-

20 Tahun Damai RI–GAM: Refleksi dari Senjata ke UUPA
Pendahuluan: Dua Dekade Damai yang Penuh Gelombang Dua puluh tahun sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 adalah sebuah momentum historis yang patut direnungkan secara serius. Aceh yang dahulu diliputi dentuman senjata, operasi militer, dan ketakutan rakyatnya, kini menapaki jalan damai yang penuh lika-liku. Buku 20 Tahun Damai RI–GAM: Berdamai dari Senjata, Berkonflik dalam…
-

Hasan di Tiro: Kisah yang Belum Selesai dalam 20 Tahun Perdamaian Aceh
Dua dekade telah berlalu sejak penandatanganan Memorandum of Understanding di Helsinki pada 15 Agustus 2005. Damai yang terjalin antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia mengakhiri salah satu babak paling berdarah dalam sejarah Aceh modern. Namun, di balik lembar-lembar perjanjian itu, ada sosok yang namanya akan selalu melekat dalam narasi perjuangan dan perdamaian Aceh:…
