Category: Wacana Akademik
-

Hegel dan Dialektika Absolut: Dari Being–Nothing–Becoming hingga Kebebasan Universal
Artikel ini membahas filsafat Hegel sebagaimana dipaparkan John Shand dalam Philosophy and Philosophers. Hegel menolak pemisahan Kant antara fenomena dan noumena, lalu membangun sistem idealisme absolut di mana realitas sepenuhnya dapat diketahui karena bersifat rasional. Esai ini menguraikan logika dialektis Being–Nothing–Becoming, struktur kesadaran menuju akal, serta konsep roh obyektif yang terwujud dalam sejarah dunia: dari…
-

Hayek dan The Great Utopia: Ilusi Sosialisme Demokratis dalam The Road to Serfdom
Dalam bab “The Great Utopia” dari The Road to Serfdom, Friedrich A. Hayek membongkar ilusi besar sosialisme: janji kebebasan yang justru berakhir pada pemaksaan, tirani, dan perbudakan politik. Esai ini membaca kritik Hayek terhadap sosialisme demokratis, negara terencana, fasisme, komunisme, dan krisis liberalisme klasik sebagai peringatan abadi tentang bahaya menjadikan negara sebagai mesin pencipta surga…
-

Habermas dan Dilema Modernitas: Membaca David M. Rasmussen
Artikel ini membahas pemikiran Jürgen Habermas sebagaimana dianalisis oleh David M. Rasmussen dalam Reading Habermas: The Dilemmas of Modernity. Fokus utama ada pada kritik Habermas terhadap positivisme dan instrumental reason, pergeserannya dari filsafat kesadaran ke filsafat bahasa, serta usahanya mempertahankan proyek modernitas melalui teori komunikasi dan demokrasi radikal.
-

Isaiah Berlin dan Akar Romantisisme: Kritik Hamann terhadap Pencerahan
Romantisisme bukan sekadar aliran seni, melainkan revolusi intelektual yang lahir dari kritik terhadap Pencerahan. Isaiah Berlin menempatkan Johann Georg Hamann sebagai pionir perlawanan filosofis terhadap dominasi akal dan sains. Dalam The Roots of Romanticism, Berlin menyingkap bagaimana mitos, simbol, dan seni dipulihkan sebagai bahasa ilahi yang menghubungkan manusia dengan misteri. Esai ini menelusuri gagasan Hamann,…
-

Gnothi Seauton: Pengetahuan Diri dan Kebijaksanaan
“Gnothi Seauton”—kenali dirimu sendiri—adalah salah satu serpihan hikmah abadi dari Yunani Kuno. Dari Kuil Apollo di Delphi hingga pemikiran Socrates, pepatah ini menegaskan bahwa pengetahuan diri adalah fondasi kebijaksanaan sejati. Esai ini menelusuri asal-usul pepatah tersebut, makna filosofisnya tentang keterbatasan manusia, serta relevansinya dalam menjaga keseimbangan hidup. Mengenal diri bukan sekadar proyek sesaat, melainkan perjalanan…
-

Isaiah Berlin, Diderot, dan Rousseau: Akar Romantisisme dari Pencerahan ke Revolusi Emosional
Artikel ini menelusuri pembacaan Isaiah Berlin dalam The Roots of Romanticism terhadap Diderot dan Rousseau. Diderot membuka jalan dengan mengangkat kejeniusan sebagai kekuatan liar yang tak tunduk pada aturan, sementara Rousseau menyalakan api apokaliptik untuk menghancurkan masyarakat modern yang korup. Esai ini menunjukkan bagaimana keduanya menandai transisi radikal dari rasionalisme Pencerahan ke subjektivitas emosional Romantisisme,…



