Memahami Konsep Etno-Touring Dari Touring Keliling Indonesia Harmoni

 

Jalur Merauke – Boven Digoel



        Selanjutnya,
konsep Etno-Touring ini juga berkaitan dengan bagaimana memaknai perjalanan
panjang yang dikenal dengan touring jarak jauh. Di sini, etnografi lebih
mementang pendalaman yang mendalam terhadap suatu penelitian. Sementara dalam
perjalanan jarak jauh, yang dijumpai ada keberbedaan lanskap dari suatu hari ke
hari berikutnya. Salah seorang karib kami menanyakan apakah kami pernah merasakan
kebosanan dalam perjalanan ini. Saya menjawab bahwa setiap hari, kami bertemu
dengan hal baru. Jalan baru. Makanan baru. Tempat baru. Kawan baru. Pemandangan
baru. Dan, semua hal-hal yang memang dijumpai silih berganti dalam perjalanan
ini.

            Jadi, konsep Etno-Touring yang
menjadi perhatian utama dalam karya ini, hanyalah sebatas pengenalan awal
bagaimana kami bertutur di dalam menarasikan pengalaman Touring Indonesia
Harmoni. Touring pada prinsipnya juga merupakan kegiatan yang berusaha untuk
memahami kemanusiaan, kedirian, kealaman, dan ketuhanan. Mereka yang melakukan
touring jarak jauh tidak jarang merasakan seakan-akan berdialog dengan diri
sendiri atau alam yang dilewatinya. Dalam dunia touring juga dikenal ‘salah
satu aspal,’ ‘persaudaran tanap harus sedarah,’ dan ‘pulang bawa seribu
cerita.’ Di sini juga diajarkan untuk menahan ego dan kedirian yang angkuh.
Tidak boleh manja. Harus cepat beradaptasi dengan keadaan baru.

            Hal-hal di atas tentu ketika
didengarkan sangat sederhana, tetapi memiliki arti yang sangat mendalam.
Persaudaraan yang muncul karena kesamaan hobbi di atas aspal membuat perkawanan
tidak melihat latarbelakang seseorang. Siapapun yang hobbi mengaspal akan
dipanggil Om bagi pria dan Tante bagi wanita. Demikian pula, ketika berjumpa
dengan komunitas sepeda atau biker,
maka akan terlihat bahwa di sini tidak ada strata sosial yang menonjol, kecuali
pada jenis sepeda motor yang digunakan, yang dapat menunjukkan status sosial
sang biker. Demikian pula, ketika
sesama biker berjumpa, mereka akan
saling bercerita.

See also  Membentuk Tim Persiapan untuk Touring Keliling Indonesia Harmoni
Bersama Overlander di Banjarmasin



            Paling tidak ada 5 hal yang sering
diceritakan. Pertama, tujuan akhir para biker
yang sedang melakukan touring.
Setiap para biker yang melakukan touring, baik jarak dekat maupun jarak
jauh, dipastikan ada titik akhir. Misalnya, ada yang mencoba mencapai satu
titik 0 KM Sabang atau 0 KM Merauke. Tidak sedikit pula yang mencoba mengitari
satu pulau dengan pola 360 derajat. Ada juga yang hanya melakukan touring jarak dekat dari satu kota ke
kota lainnya. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin banyak pula cerita yang
akan didapatkan selama perjalanan.

Kedua,
pengalaman selama touring. Pengalaman
selama touring, khususnya ketika
melewati sayu rute, tentu akan menjadi bahan perbincangan sampai tengah malam.
Sebab pengalaman selama touring terkadang
menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang biker.
Misalnya, ketika melewati rute-rute yang curam atau terjal. Cerita-cerita
mistik. Pengaaman diportal oleh komunitas biker.
Karena itu, berbagai dan berbagi pengalaman menjadi sebuah narasi tersendiri
saat terjadi silaturrahmi antara sesama para biker.

Ketiga,
jalur yang sudah dilewati selama perjalanan touring.
Jalur atau rute perjalanan menjadi hal yang cukup penting saat touring. Sebab, dari jalur yang ditempuh
atau dilewati, akan terbentuk cerita yang unik dan khas. Para biker selalu menceritakan jalur-jalur
yang pernah mereka lalui dan kendala apa saja yang mereka hadapi saat
melewatinya. Di sini tentu para biker akan
menarasikan pengalaman mereka pada saat mereka lewati. Sebab, pengalaman yang
berbeda juga akan dialami oleh biker lainnya.
Misalnya, pengalaman jalan yang longsor, jembatan yang putus, jalur yang tidak
mulus, dan lain sebagainya. Semua akan menjadi cerita yang menarik untuk
disimak.

See also  #51 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Kalimantan

Keempat,
siapa saja yang dijumpai selama touring. Di sini cerita mengenai siapa yang
ditemui menjadikan “dunia ini semakin kecil.” Sebab, dalam tradisi persaudaraan
para biker, mereka akan mengabsen
siapa saja yang berdomisili di jalur-jalur yang dilewati. Adapun istilah yang
kerap digunakan adalah “yang punya aspal.” Jadi, pertemuan dengan sosok baru
dan kemudian disiarkan ke media sosial akan menjadi perjalanan touring semakin ramai. Sebab di setiap
jalur akan ada para biker yang
menanti atau istilah mereka “pantau” atau “monitor.” Biasanya mereka akan
mengatakan: “jangan kasih lepas.” Terkadang para biker yang melewati akan memberitahukan posisi mereka, supaya mudah
untuk membuat pertemuan di tempat mereka.

Kelima,
spot-spot yang wajib disinggahi
sebagai tempat wisata. Touring dan spot wisata
merupakan dua mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Para biker yang melewati satu daerah atau kawasan, akan diajak untuk
melihat atau berfoto ria di spot-spot wisata. Mereka akan menanyakan tempat
wisata apa saja yang sudah dikunjungi. Para biker
akan sangat bersemangat jika sudah mendapatkan kesempatan untuk melakukan,
istilah mereka, “explore.” (bersambung)

 

Seri perjalanan Touring Indonesia Harmoni dapat dibaca melalui link ini.
 

Please support our mini-research through this link.

 

 

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment