KBA13 INSIGHT

Religion ยท Geopolitics ยท Intelligence ยท CivilizationAgama ยท Geopolitik ยท Intelijen ยท Peradaban

#50 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Jawa

Beranda/Touring Indonesia Harmony/#50 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni KBA13 Insight ยท Touring Indonesia Harmony #50 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni:Rute Pulau Jawa Akhirnya, hari ini kami berjumpa dengan Dr. M Adli Abdullah dan Dr. Mukhlisuddin Ilyas. Perjumpaan dilakukan di salah satu warung makan Garuda di Jalan Sabang. Kami menghabiskan makan malam, sambil bercerita tentang keadaan masing-masing. Keesokan harinya kami pun…

KBAAuthorPenulis
ContentsDaftar Isi

    KBA13 Insight ยท Touring Indonesia Harmony

    #50 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni:Rute Pulau Jawa

    Akhirnya, hari ini kami berjumpa dengan Dr. M Adli Abdullah dan Dr. Mukhlisuddin Ilyas. Perjumpaan dilakukan di salah satu warung makan Garuda di Jalan Sabang. Kami menghabiskan makan malam, sambil bercerita tentang keadaan masing-masing. Keesokan harinya kami pun berjumpa untuk melepaskan kepergian menuju BNPT Sentul,โ€ฆ

    KBA

    PenulisKamaruzzaman Bustamam Ahmad
    • Touring Indonesia Harmony
    • 24 Januari 2022
    • ยฑ 3 menit baca

    Kata Kunci

    • analysis
    • commentary
    • Indonesia
    • Indonesian politics
    • KBA13 Insight
    • Southeast Asia

    Akhirnya,
    hari ini kami berjumpa dengan Dr. M Adli Abdullah dan Dr. Mukhlisuddin Ilyas.
    Perjumpaan dilakukan di salah satu warung makan Garuda di Jalan Sabang. Kami
    menghabiskan makan malam, sambil bercerita tentang keadaan masing-masing. Keesokan
    harinya kami pun berjumpa untuk melepaskan kepergian menuju BNPT Sentul,
    selanjutnya menuju ke Merak, untuk menyeberang ke Pulau Sumatera. Tanggal 26 November
    2021, jam 6:30 kami berangkat menuju Sentul, dilepaskan oleh kedua karib kami tersebut.
    Pihak BNPT menerima kami di jam 10 pagi.

    Kami
    sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari macet, terlebih lagi menuju kota
    Bogor. Namun, ada karib yang mengatakan bahwa kalau keluar Jakarta di pagi
    hari, maka tidak akan menemukan macet. Perjalanan menuju Sentul berjalan lancar.
    Bahkan saya menghindari untuk sarapan pagi, supaya tiba tepat waktu. Maklum
    yang menunggu kedatangan kami adalah Jenderal Bintang Dua, yang baru saja
    dilantik menjadi Deputi I BNPT, yang bernama Mayjen Nisan Setiadi. Begitu
    sampai di pintu gerbang, kami melaporkan diri bahwa kami sudah ditunggu oleh
    Deputi I. Mereka pun sudah mendapatkan kabar akan kedatangan kami di BNPT. Di salah
    satu sudut kantor BNPT terpampang spanduk kedatangan Touring Indonesia Harmoni.


    Inilah
    pertama kali bertandang ke BNPT setelah beberapa tahun berkhidmat di FKPT Aceh.
    Lahannya yang sangat luas. Bangunannya tertata rapi. Ini merupakan komplek
    pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Ada beberapa instansi yang memiliki
    kantor di kawasan Sentul. Tahun 2004 saya pernah bertandang ke Sentul ketika
    diunadang oleh IIN (Institut Intelijen Negara) menjadi narasumber pada satu
    acara yang digagas oleh pihak BIN (Badan Intelijen Negara). Ketibaan kali ini
    tentu bukan sebagai narasumber, melainkan bersilaturrahmi ke BNPT, setelah
    beberapa bulan kami melaksanakan Touring Indonesia Harmoni.


    Kami
    langsung disambut oleh beberapa staf BNPT. Beberapa dari mereka ada yang saya
    kenali, sebab terkadang mereka menjadi pendamping, jika ada kegiatan BNPT atau
    FKPT di Aceh. Setelah beberapa saat, kami langsung diterima oleh Mayjen Nisan
    Setiadi. Dia langsung memperkenalkan diri bahwa pernah bertugas di Aceh,
    sebagai Asintel Kodam Iskandar Muda. Karena itu, suasana pertemua menjadi cair.
    Kami hanya melaporkan kegiatan kami. Bapak Deputi memberikan ucapan selamat dan
    memberikan semangat untuk kami, agar sampai di Banda Aceh dengan selamat.

    Kami
    disuguhi minuman. Bapak Deputi pun kemudian mengajak kami berfoto ria, sebelum
    kami berpamitan menuju ke Merak. Setelah beberapa staf pergi keluar, kami
    bersalaman. Di sini salaman yang kami lakukan, sebagaimana layaknya saya
    bertemu dengan para jenderal. Kepala saling bertemu, bukan cipika cipiki. Saya
    sering melihat model salaman ini memang tidak begitu terlihat ke publik. Pola
    salaman sambil mengantukkan kepala pernah saya terima ketika berjumpa dengan
    para jenderal TNI. Saya tidak paham model salaman seperti ini. Bapak Deputi pun
    membisikkan sesuatu ke telinga saya. Saya mengangguk sambil mohon diri.




    Setelah
    kami pamit, giliran dua hal lagi yang harus kami lakukan yaitu pod cast di
    salah satu sudut kantor BNPT dan swab
    anti gen
    sebagai syarat untuk penyeberangan ke Pulau Sumatera. Staf BNPT
    memang benar-benar mendampingi kami untuk tes swab. Kami juga diizinkan untuk
    berfoto di beberapa spot di kantor BNPT. Setelah itu, jam 11 siang kami masuk
    ke suatu ruangan untuk melakukan wawancara. Kali ini, pod cast melibatkan istri
    saya. Sebab di saat pod cast di BNPT TV, istri saya tidak dilibatkan sebagai nara
    sumber.


    Selama
    45 menit kami diwancarai. Setelah itu, kami pun memohon diri untuk kembali naik
    motor menuju Merak. Staf pun sangat memahami kondisi perjalanan kami, kendati
    mereka menggoda kami untuk menginap satu malam di mes BNPT. Saya menolak secara
    halus sambil mengatakan rasa rindu saya sama anak-anak di Banda Aceh, sudah
    tidak tertahan lagi. Akhirnya menjelang azan Jumโ€˜at Nyak Ver keluar dari
    komplek perkantoran BNPT di Sentul. Kali ini Nyak Ver benar-benar ingin pulang ke
    Aceh.

    Perjalanan
    awalnya ditargetkan sampai ke Pelabuhan Merak. Namun, suasana perjalanan dan
    cuaca tidak mengizinkan kami menyeberang pada hari itu. Kami kemudian
    memutuskan bermalam di Cilegon. Inilah malam terakhir kami berada di Pulau
    Jawa. Karena keesokan harinya, jam 7 pagi kami sudah memasukan areal pelabuhan
    penyeberangan di Merak untuk selanjutnya menuju ke Bakauheni, Lampung Selatan. 


    โ—†

    Cara Mengutip

    Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam. (2022). #50 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Jawa. Banda Aceh: KBA13 Insight.
    https://www.kba13.com/50-cerita-dibalik-touring-indonesia-harmoni-rute-pulau-jawa/

    KBA

    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

    Guru Besar Antropologi Agama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menulis tentang geopolitik, keamanan dan tata kelola Asia Tenggara, Islam di Dunia Melayu, serta masa depan ilmu pengetahuan.

    Artikel lain di kategori ini โ†’ โ†‘ Kembali ke atas

    About The Author

    โ—† โ—† โ—†

    How to citeCara mengutip

    KBA

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem โ†’