Religion • Geopolitics • Intelligence • Civilization

Melalui tulisannya, Qaishar Kamaruzzaman mengajak kita melihat sisi lain dunia digital—tempat di mana tawa bisa palsu, dan kesepian bisa tersembunyi di balik layar

Media Sosial: Antara Seru dan Palsu

Kehidupan di Dunia Dua Layar Sekarang siapa sih yang nggak punya media sosial? Rasanya aneh banget kalau ada orang yang nggak punya Instagram, TikTok, atau minimal WhatsApp. Hidup zaman sekarang tuh kayak punya dua dunia — satu di dunia nyata, satu lagi di layar. Dan lucunya, banyak orang yang justru lebih aktif di dunia layar itu daripada di kehidupan aslinya. Tiap bangun pagi, bukan doa dulu, tapi scroll dulu. Tiap mau tidur, bukan baca buku, tapi ngecek notif dulu. Kayak ada rasa takut ketinggalan update dunia, padahal dunia itu nggak pernah benar-benar peduli sama kita. Medsos memang seru. Kita bisa upload foto, pamer outfit, share story lucu, atau sekadar curhat pakai lagu galau di background. Di sana, kita bisa jadi siapa aja — versi paling percaya diri dari diri sendiri. Tapi di balik semua keseruannya, ada sisi lain yang jarang disadari. Kadang, kita nggak sadar kalau dunia maya pelan-pelan bikin kita jauh dari dunia nyata. Kita sibuk ngatur feed biar rapi, tapi lupa ngatur perasaan biar tetap tenang. Kita kejar likes, tapi malah kehilangan koneksi sama orang-orang yang benar-benar dekat. Filter, Likes, dan Kehilangan Diri Sendiri Coba jujur deh — berapa kali kita ngerasa iri lihat postingan orang lain? Ada yang pamer liburan, ada yang pamer pasangan, ada yang kelihatan sukses banget di umur segitu. Dan kita, yang lagi rebahan di kamar sambil liatin layar HP, langsung mikir: “Kok hidup gue gini-gini aja, ya?” Padahal, yang kita lihat cuma potongan terbaik dari hidup orang lain, bukan keseluruhannya. Orang upload yang indah-indah aja, yang berantakan disimpan rapat-rapat. Tapi otak kita nggak bisa bedain mana yang real, mana yang settingan. Kadang lucu juga, kita tahu semua itu palsu, tapi tetap aja kejebak di dalamnya. Kita mulai ngedit foto biar kelihatan glowing, pilih angle biar kelihatan langsing, terus pasang caption seolah hidup kita

Artikel ini tersedia untuk pelanggan. Silakan berlangganan untuk membaca selengkapnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *