Category: Academic Discourse
-

Al-Futuhat al-Makkiyya: Understanding Ibn Arabiโs Architecture of Knowledge from Within
This essay reads Muhyiddin Ibn Arabiโs Al-Futuhat al-Makkiyya as an edifice of knowledge born of spiritual experience, kashf, tawaf, and symbolic encounter around the Kaโba. Ibn Arabi did not merely write about Sufism; he built an entire architecture of Islamic epistemology that links the body, the spirit, the letters, language, the cosmos, and the divine…
-

Modal Produksi, Kesadaran, dan Batas Pengetahuan: Membaca Mรฉszรกros tentang Penentuan Sosial atas Metode
Esai ini membaca Istvรกn Mรฉszรกros melalui gagasan besar tentang penentuan sosial atas metode. Mรฉszรกros menunjukkan bahwa pengetahuan tidak lahir di ruang kosong, tetapi dibentuk oleh struktur sosial, modal produksi, kepentingan kelas, dan batas historis zaman kapital. Dari Marx, Hegel, Descartes, Adam Smith, hingga Hayek, esai ini menelusuri bagaimana tradisi intelektual Barat sering mengklaim universalitas, tetapi…
-

Romantisisme Jerman dan Krisis Kesadaran Rusia: Memahami Russian Thinkers Karya Isaiah Berlin
Dalam Russian Thinkers, Isaiah Berlin menunjukkan bagaimana Romantisisme Jerman mengubah fondasi kesadaran intelektual Rusia abad ke-19. Dari Schelling dan Hegel lahir generasi pemikir Rusia yang melihat sejarah, sastra, agama, dan politik sebagai bagian dari drama spiritual manusia. Stankevich mencari harmoni batin, Bakunin mengubah filsafat menjadi energi revolusi, sementara Herzen, Turgenev, dan Belinsky mulai meragukan sistem…
-

Global Mind: Al Gore dan Kelahiran Kecerdasan Kolektif Manusia
Esai ini membahas gagasan Al Gore tentang Global Mind, sebuah jaringan kecerdasan kolektif manusia yang lahir dari internet, komputasi global, Big Data, dan Internet of Things. Dengan menelusuri sejarah dari telegraf, H.G. Wells, Teilhard de Chardin, McLuhan, hingga era smartphone, tulisan ini menunjukkan bahwa manusia kini hidup dalam sistem saraf planet yang mengubah cara berpikir,…
-

Thymos dan Politik Pengakuan: Membaca Francis Fukuyama tentang Identitas dan Martabat Manusia Modern
Mengapa manusia rela marah, berkonflik, bahkan menghancurkan demokrasi demi identitas dan martabat? Dalam esai panjang ini, pemikiran Francis Fukuyama dibaca secara mendalam melalui konsep thymos, politik pengakuan, megalothymia, isothymia, dan ressentiment. Berangkat dari Plato dan Hegel, Fukuyama menunjukkan bahwa manusia bukan sekadar homo economicus, melainkan makhluk yang membutuhkan penghormatan dan pengakuan sosial. Esai ini mengulas…
-

Etnografi Virtual: Membaca Jejak Digital sebagai Lapangan Baru Antropologi Digital
Etnografi virtual menantang pemahaman lama tentang โlapanganโ dalam antropologi. Ketika kehidupan sosial manusia semakin berlangsung di ruang digital, peneliti tidak lagi dapat membatasi realitas hanya pada ruang fisik. Facebook, WhatsApp, Telegram, Instagram, dan platform digital lain telah menjadi ruang pembentukan identitas, jaringan sosial, afiliasi politik, bahkan memori kolektif. Artikel ini membaca etnografi virtual sebagai respons…



