Tag: Acehnese identity
-

Fujiwara Kikan dan Aceh: Operasi Intelijen Jepang yang Mengubah Peta Sumatra pada Perang Dunia II
Esai ini membahas tentang sejarah intelijen Asia Tenggara: operasi Fujiwara Kikan terhadap Sumatra melalui jaringan Aceh di Tanah Melayu. Dari Pulau Pinang, Kedah, Perak, hingga Aceh, Jepang memanfaatkan simpul sosial, ulama, propaganda radio, dan sentimen anti-Belanda untuk membuka jalan bagi penaklukan Sumatra pada 1942. Tokoh seperti Said Abu Bakar, Abdullah Hussain, Masubuchi Sahei, dan jaringan…
-

The Long and Winding Road to Helsinki: Aceh dalam Perang dan Damai
The Long and Winding Road to Helsinki: Aceh dalam Perang dan Damai karya M. Nur Djuli adalah catatan personal dan historis tentang perjalanan panjang Aceh dari perang menuju damai. Buku ini menyingkap luka kolektif, pergulatan identitas, dan dinamika negosiasi yang berujung pada MoU Helsinki 2005. Ditulis oleh seorang saksi langsung, buku ini merekam denyut perlawanan,…
-

Persoalan Keluarga di Aceh dalam Perspektif Etnografi Antropologis
Pendahuluan Kehidupan keluarga di Aceh berdiri di persimpangan antara tradisi lokal yang kuat dan perubahan modern yang cepat. Di provinsi yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, norma Islam dan adat Aceh sangat mewarnai perilaku keluarga. Namun, arus globalisasi, teknologi digital, serta dampak sejarah konflik dan bencana alam telah membawa tantangan-tantangan baru bagi keluarga Aceh. Tulisan ini…
-

MENAKAR ULANG ARAH STRATEGIS ACEH: POLITIK ANGGARAN, KEPEMIMPINAN FISKAL, DAN TRANSFORMASI POST-OTSUS
PENDAHULUAN Anggaran bukan sekadar neraca fiskal; ia adalah ekspresi politik yang paling nyata dalam kehidupan publik. Di Aceh, makna anggaran jauh melampaui hitungan angka dan laporan keuangan. Setiap angka dalam APBA membawa warisan sejarah panjang otonomi, jejak konflik dan rekonsiliasi, serta harapan sosial-ekonomi rakyat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Dalam konteks Aceh, anggaran adalah palimpsest yang…
-

Aceh dalam Transisi: Antara Simbolisme Politik, Kemandirian Fiskal, dan Tantangan Kesejahteraan Sosial
Aceh, sebagai provinsi dengan kekhususan otonomi, memiliki posisi strategis baik secara geopolitik maupun simbolik. Letaknya di ujung barat Indonesia serta sejarah panjang perjuangan identitas Islam menjadikannya kawasan yang bukan hanya sensitif secara kultural, tetapi juga menjadi laboratorium politik bagi eksperimentasi kebijakan otonomi daerah. Dalam rentang waktu 2024–2025, Aceh menghadapi tantangan besar yang bersifat struktural, fiskal,…
-

Dari Aceh untuk Dunia: UIN Ar-Raniry Luncurkan Program Magister ‘Peace and Development Studies’ Bersama IIPDS dan AMAN International
Banda Aceh, 2 Juli 2025 — Dua dekade setelah perjanjian damai Helsinki, Aceh tak hanya menutup bab kelam masa lalunya, tetapi kini membuka halaman baru yang menjanjikan: menjadi pusat percontohan studi perdamaian di Asia. Wujud paling konkret dari cita-cita ini adalah peluncuran Program Magister Internasional ‘Peace and Development Studies’ oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry…
-

Dua Dekade Damai Aceh: Merawat Ingatan, Meneguhkan Harapan
Konflik bersenjata yang melanda Aceh sejak tahun 1976 hingga 2005 merupakan salah satu fase paling kelam dalam sejarah Indonesia modern. Perang berkepanjangan antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat Aceh. Kini, tahun 2025 menjadi penanda dua dekade sejak penandatanganan Nota Kesepahaman…
-

Makna Damai Aceh: Dari Data, Menjadi Kesadaran Kolektif
Dua Dekade yang Tidak Boleh Dingin Dua dekade bukan waktu yang pendek. Tapi pertanyaannya bukan sekadar berapa lama kita sudah berdamai, melainkan sejauh mana damai itu hadir dalam kesadaran kita. Aceh hari ini memang tak lagi terdengar desing peluru atau deru kendaraan taktis, tapi apakah kita benar-benar hidup dalam damai? Atau hanya tidak lagi hidup…

