Category: Premium
-

Leaders Eat Last: Membaca Ulang Simon Sinek tentang Kepemimpinan Sejati
Leaders Eat Last karya Simon Sinek adalah buku kepemimpinan yang menjelaskan bagaimana pemimpin sejati membangun kepercayaan, melindungi orang lain, dan menumbuhkan rasa aman melalui konsep Circle of Safety. Sinek menguraikan 27 bab penuh dengan kisah nyata, riset biologi, dan refleksi etis yang tajam. Buku ini bukan sekadar panduan manajerial, tetapi manifesto moral yang mengingatkan bahwa…
-

Reading the Present: What Today’s Bestselling Books Reveal About Our World
The books we choose to read are more than entertainment—they are cultural mirrors. Reading the Present: What Books Tell Us About the Modern World explores how today’s most influential bestsellers, from Robert Greene’s The 48 Laws of Power to James Clear’s Atomic Habits, Robert Kiyosaki’s Rich Dad Poor Dad, and Ray Kurzweil’s The Singularity Is…
-

Membaca Etika Autentisitas Charles Taylor dalam The Sources of Authenticity
Tulisan ini menelusuri gagasan besar Charles Taylor tentang etika autentisitas sebagaimana dipaparkan dalam The Ethics of Authenticity. Autentisitas dipahami sebagai etika khas modernitas yang lahir dari dialog panjang antara rasionalisme Descartes, individualisme Locke, kebebasan Rousseau, orisinalitas Herder, hingga konsep inwardness. Taylor mengingatkan bahwa autentisitas sejati menuntut kesetiaan pada suara batin, keterikatan pada komunitas, dan keterhubungan…
-

The Birth of the Ego Menurut Eli Zaretsky: Sejarah Sosial dan Kultural Psikoanalisis
Bab The Birth of the Ego dalam buku Eli Zaretsky, Secrets of the Soul, mengungkap lahirnya ego dalam psikoanalisis sebagai cermin modernitas. Freud menekankan kompleks Oedipus dan narsisisme, Adler menyoroti inferioritas dan demokrasi, sedangkan Jung menekankan ketidaksadaran kolektif. Bab ini juga membahas keterlibatan perempuan, dinamika narsisisme kolektif, hingga dampak Perang Dunia I yang mengguncang peradaban…
-

Dominasi Perusahaan Singapura di Ekonomi Indonesia
Esai ini mengurai dominasi perusahaan-perusahaan besar Singapura dalam perekonomian Indonesia sejak krisis 1998. Melalui instrumen seperti Temasek Holdings, GIC, DBS, OCBC, UOB, Singtel, CapitaLand, Mapletree, Keppel, Sembcorp, dan Wilmar, Singapura menguasai sektor strategis: keuangan, energi, telekomunikasi, real estate, hingga agroindustri. Strategi ini diperkuat dengan diplomasi ekonomi, intelijen bisnis, dan dukungan think tank. Temuan ini menunjukkan…




