Tag: Aceh
-

Menuju Aceh Baru: Tradisi, Agama, dan Kosmopolitanisme dalam Dialektika Global
Aceh selalu hadir sebagai ruang sejarah yang memadukan tradisi, agama, dan kosmopolitanisme. Dari Kesultanan Aceh Darussalam hingga era globalisasi abad ke-21, wilayah ini memainkan peran penting sebagai simpul perdagangan, pusat ulama, dan laboratorium sosial. Artikel ini menawarkan lima skenario bagi masa depan Aceh: menghidupkan tradisi lokal dengan perspektif global, membangun paradigma baru yang menekankan solidaritas…
-

20 Tahun Damai RIโGAM: Refleksi dari Senjata ke UUPA
Pendahuluan: Dua Dekade Damai yang Penuh Gelombang Dua puluh tahun sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 adalah sebuah momentum historis yang patut direnungkan secara serius. Aceh yang dahulu diliputi dentuman senjata, operasi militer, dan ketakutan rakyatnya, kini menapaki jalan damai yang penuh lika-liku. Buku 20 Tahun Damai RIโGAM: Berdamai dari Senjata, Berkonflik dalam…
-

Alumni Friendly Dinner Bersama Konsul AS untuk Sumatra: Dialog Hangat tentang Aceh di Tengah Peringatan 20 Tahun Damai
Banda Aceh, 14 Agustus 2025 โ Suasana Seafood Karibia, Kuta Alam, Banda Aceh, malam itu terasa akrab namun sarat makna. Undangan resmi yang dikirim oleh U.S. Consul for Sumatra, Lisa Podolny menjadi gerbang bagi sebuah pertemuan yang mempertemukan para alumni, tokoh akademik, dan pejabat publik Aceh dalam bingkai diplomasi yang bersahabat. Acara Alumni Friendly Dinner…
-

Hasan di Tiro: Kisah yang Belum Selesai dalam 20 Tahun Perdamaian Aceh
Dua dekade telah berlalu sejak penandatanganan Memorandum of Understanding di Helsinki pada 15 Agustus 2005. Damai yang terjalin antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia mengakhiri salah satu babak paling berdarah dalam sejarah Aceh modern. Namun, di balik lembar-lembar perjanjian itu, ada sosok yang namanya akan selalu melekat dalam narasi perjuangan dan perdamaian Aceh:…
-

Update Berita Aceh 1โ9 Agustus 2025: Prestasi, Ekonomi, Bencana, dan Dinamika Sosial
Aceh pada periode 1โ9 Agustus 2025 dipenuhi berbagai dinamika penting, mulai dari penghargaan Kota Layak Anak untuk Banda Aceh dan Aceh Barat Daya, terobosan ekonomi melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga inovasi layanan publik seperti ATM BPOM pertama di Indonesia di Langsa. Di sisi lain, provinsi ini juga dihadapkan pada ancaman bencana alam…
-

Harlan dan Tradisi Premanisme di Aceh: Kajian Sosial-Antropologis tentang Kekerasan, Kekuasaan Informal, dan Krisis Nilai
Fenomena Harlan di Aceh tidak dapat dipahami hanya sebagai premanisme jalanan. Harlan merupakan gejala sosial yang lahir dari relasi antara kekerasan, kuasa informal, ekonomi bayangan, backing politik, dan krisis nilai dalam masyarakat. Dalam konteks Aceh, Harlan hadir sebagai figur yang bergerak di ruang abu-abu antara keberanian, intimidasi, perlindungan, bisnis ilegal, dan otoritas sosial yang tidak…
-

Meja Mahkamah Konsitusi Menjadi Saksi Ancaman Kekhususan Aceh
Pendahuluan Masyarakat Aceh dikejutkan oleh langkah lima Kepala Desa (Keuchik) dari berbagai daerah yang melakukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar masa jabatan mereka diperpanjang dari enam tahun menjadi delapan tahun. Gugatan ini merujuk pada keinginan agar ketentuan masa jabatan kepala desa di Aceh setara dengan hasil revisi Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2024 Perubahan…
-

Memahami Potensi Kemunculan Gerakan Child Free di Aceh
Pendahuluan Indonesia bahkan Aceh sekarang ini memang berkembang ke arah modern, maka tak heran banyak pemahaman dari masyarakatnya juga sudah mulai terbuka. Hal yang dianggap dahulu tabu kini sudah menjadi Lifestyle kebanyakan orang. perubahan paradigma masyarakat ini salah satunya adalah childfree, fenomena yang dulunya tabu kini berkembang menjadi hal biasa. Menurut data dari Badan Pusat…
-

Apakah Karena Mahar Tinggi, Tren Pernikahan di Aceh Menurun?
Nyinyirย di Media Sosial Emas semakin meroket, pejuang jeulame semakin meujepet. Mayam sebagai mahar pernikahan di Aceh seperti kewajiban, apa lagi emas semakin naik harganya dari tahun ke tahun hingga pernah mencapai angka 6.300.000 juta rupiah permayam. Sementara untuk meminang perempuan aceh sekurang-kurangnya 3-30 mayam berdasarkan masing-masing etnis dan tradisi yang berlaku diberbagai daerah Aceh. Jika…
