KBA13 INSIGHT

Religion ยท Geopolitics ยท Intelligence ยท CivilizationAgama ยท Geopolitik ยท Intelijen ยท Peradaban

ยท

In Memoriam: Selamat Jalan Kang Eman Hermawan!

Beranda/Analysis & Opinion/In Memoriam KBA13 Insight ยท Analysis & Opinion In Memoriam:Selamat Jalan Kang Eman Hermawan! Pagi ini (15 Juni 2024) saya mendapatkan kabar duka yang amat mendalam, yaitu kepergian seorang Sahabat yang begitu berpengaruh dalam dunia aktifis nasional sejak tahun 1990-an. Namanya adalah Kang Eman Hermawan (alumni Fakultas Adab, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), tokoh utama dalam Partai Kebangkitan Bangsa…

KBAAuthorPenulis
,
ContentsDaftar Isi

    KeywordsKata Kunci

    KBA13 Insight ยท Analysis & Opinion

    In Memoriam:Selamat Jalan Kang Eman Hermawan!

    Pagi ini (15 Juni 2024) saya mendapatkan kabar duka yang amat mendalam, yaitu kepergian seorang Sahabat yang begitu berpengaruh dalam dunia aktifis nasional sejak tahun 1990-an. Namanya adalah Kang Eman Hermawan (alumni Fakultas Adab, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), tokoh utama dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),โ€ฆ

    KBA

    PenulisKamaruzzaman Bustamam Ahmad
    • Analysis & Opinion
    • 4 April 2024
    • ยฑ 4 menit baca
    In Memoriam: Selamat Jalan Kang Eman Hermawan!

    Kata Kunci

    • analysis
    • commentary
    • KBA13 Insight

    Pagi ini (15 Juni 2024)  saya mendapatkan
    kabar duka yang amat mendalam, yaitu kepergian seorang Sahabat yang begitu berpengaruh
    dalam dunia aktifis nasional sejak tahun 1990-an. Namanya adalah Kang Eman
    Hermawan (alumni Fakultas Adab, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), tokoh utama
    dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sahabat bagi Pergerakaan Mahasiswa Islam
    Indonesia (PMII)

    Saya mengenalnya
    sejak kuliah di Yogyakarta pada tahun 1996. Dia menjadi instruktur kami saat
    menjalani Latihan Kader Dasar di salah satu desa di Yogyakarta. Salah satu
    kesan yang paling diingat adalah Kang Eman selalu ceria dan memiliki konsep di
    dalam pergerakan yang dia perjuangkan.

    Sebagai anak kampung
    dari Aceh, tentu apa yang dia sajikan saat pelatihan tersebut akan menjadi bekal
    kami dalam memahami dunia gerakan sosial, kebudayaan, dan politik di Indonesia.

    Kang Eman adalah
    sosok yang begitu digandrungi oleh para Sahabat di Nusantara. Dia selalu
    berkeliling ke pelosok Nusantara untuk memberikan berbagai pelatihan. Gaya ketawanya
    yang khas, membuat pesertai pelatihan, tidak pernah bosan, kalau Kang Eman
    menjadi instruktur mereka.

    Sosok aktifis era
    1990-an adalah generasi yang benar-benar memperjuangkan konsep-konsep yang
    diyakini akan membawa perubahan kepada masyarakat. Sekarang mereka berada, baik
    di dalam maupun diluar kekuasaan, dengan kapasitasnya masing-masing.

    Kang Eman berada
    dalam gerbong gerakan sosial politik di republik ini. Dia terlibat dalam PMII
    dan PKB. Keakfitannya dalam LSM pun tidak dapat dikesampingkan. Beberapa LSM
    terkemuka di Indonesia, yang memperjuangkan isu-isu sosial dan kemanusiaan,
    tentu tidak mungkin, tidak mengenal sosok Kang Eman.

    Saya berjumpa kembali
    dengan Kang Eman, ketika dia mengunjungi kediaman saya di Kuala Lumpur pada
    tahun 2011. Saat itu, beberapa aktifis menginap di kediaman saya. Kang Eman
    datang dalam satu agenda bersama para sahabatnya.

    Dia banyak bercerita
    situasi politik negeri. Bagaimana merawat kebhinnekaan di Nusantara. Sangat
    perhatian dengan generasi baru yang peduli dalam masalah bangsa. Dia juga selalu
    bercerita tentang berbagai agenda kerakyatan yang sedang menjadi fokus gerakan politiknya
    saat itu.

    Hampir 1 minggu
    bersama Kang Eman. Inilah reuni saya bersama Kang Eman, sosok yang pernah hadir
    dalam perjalanan kehidupan saya di republik ini. Dia juga bercerita ketika
    membantu beberapa tokoh nasional. Semua dilakukan bukan dengan mengejar materi.

    Gaya bercandanya
    yang khas, membuat saya tidak melihat ada perubahan yang signifikan dari sosok
    Kang Eman. Dia selalu periang dan memberikan celotehan khasnya kepada siapapun,
    baik yang baru dikenal maupun yang sudah lama akrab dengannya.

    Kehidupannya yang
    sederhana. Tidak pernah mengejar pamrih politik, ketika sedang berjuang. Dia
    bersama sahabat dari pergerakan di Yogyakarta, terus melakukan berbagai agenda
    untuk kedamaian di Nusantara.

    Saat ini, ketika
    kepergiaannya yang terlalu cepat, tentu meninggalkan kesan yang amat mendalam
    bagi para sahabatnya di pelosok Nusantara. Tentu dalam kedukaan ini, saya
    berharap, legasi Kang Eman akan dikenang selalu oleh para penerus
    gagasan-gagasan besarnya.

    Kang Eman telah
    banyak berjasa dalam hal perjuangan keseteraan jender di republik. Ketika isu
    ini masih sangat awam di tahun-tahun 1990-an, dia berkeliling ke seluruh
    Nusantara, untuk membumikan konsep-konsep keseteraan jender. Saat itu,
    meyakinkan suatu konsep yang baru bagi masyarakat, memerlukan waktu yang tidak
    lama. Kesabaran dan keuletan untuk pantang menyerah adalah pra syarat utama.

    Di samping itu, Kang
    Eman juga terlibat dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Peran strategisnya
    tentu akan diingat secara melekat oleh anggota partai ini. Bagaimanapun sejarah
    awal PKB di Jakarta, tidak lengkap untuk dinarasikan, tanpa memasukkan sosok
    Kang Eman di dalamnya.

    Begitu pula kalangan
    para Sahabat PMII di Nusantara, sosok dan jasa Kang Eman tidak akan dapat
    dilupakan begitu saja. Dia selalu hadir setiap ada undangan dari Sahabat yang
    melakukan berbagai pelatihan. Bahkan, Kang Eman rela berbaur dengan juniornya,
    untuk menikmati musik dangdut.

    Ketika malam
    terakhir LKD, maka semua senior dan junior akan membaur untuk menikmati music dangdut.
    Bahkan kami bersama-sama Kang Eman menikmati masuk Gambus Al-Jamโ€™aih IAIN Sunan
    Kalijaga, pada era 1990-an akhir. Dia pantang mendengar musik.

    Kepiawaannya di
    dalam bernyanyi cukup membuat kami bergitu bersemangat, jika diajak untuk
    bernyanyi bersama Kang Eman. Beberapa hari ketika Kang Eman di Kuala Lumpur,
    kami menghabiskan waktu bersama untuk menemani Kang Eman bernyanyi di salah
    satu sudut kota Kuala Lumpur.

    Demikian pula, perjalanan
    spiritual dan kebatinan Kang Eman juga tidak dapat dianggap enteng. Dia
    menceritakan bagaimana perihal perjalanan spiritualnya hingga menjadikannya
    sebagai sosok yang sangat sederhana. Jauh dari materi yang berlimpah. Namun,
    dia selalu diundang kemanapun, karena orang-orang merindui sosok Kang Eman.

    Semua cerita di atas
    menjadi kenangan manis bagi saya. Walaupun saya sudah lama tinggal di Banda Aceh,
    kami tetap berkomunikasi. Dia selalu menanyakan keadaan kami dan keluarga di
    Banda Aceh. Pertemuan saya dengan Kang Eman, mulai di Yogyakarta, Kuala Lumpur,
    Riyadh, dan Banda Aceh, tentu memiliki makna tersendiri dalam persahabatan saya
    dengan Kang Eman.

    Sekarang Kang Eman
    sudah bisa beristirahat dengan tenang. Secungkil kenangan tentu tidak dapat mengobati
    rasa kesedihan atas kepergiaan Kang Eman yang begitu cepat.

    Selamat Jalan Kang
    Eman!

    Al Fatihah

    โ—†

    Cara Mengutip

    Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam. (2024). In Memoriam: Selamat Jalan Kang Eman Hermawan!. Banda Aceh: KBA13 Insight.
    https://www.kba13.com/in-memoriam-selamat-jalan-kang-eman-hermawan/

    KBA

    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

    Guru Besar Antropologi Agama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menulis tentang geopolitik, keamanan dan tata kelola Asia Tenggara, Islam di Dunia Melayu, serta masa depan ilmu pengetahuan.

    Artikel lain di kategori ini โ†’ โ†‘ Kembali ke atas

    About The Author

    โ—† โ—† โ—†

    How to citeCara mengutip

    KBA

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem โ†’